Untuk diketahui, para biksu menjalankan ritual Thudong denga berjalan kaki dari Provinsi Nakhon Sri Thammarat, Thailand.
Sebelum tiba di Magelang, para biksu sempat singgah di Semarang.
Melansir situs resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, para biksu bermalam di Semarang, tepatnya di Vihara Adi Dharma.
Sama halnya dengan Magelang, para biksu pun disambut meriah warga Semarang.
Setelah sejenak beristirahat, para biksu Thudong mengikuti acara pemberkatan yang juga diikuti oleh umat Buddha di Kota Semarang.
Baca juga: Candi Borobudur Magelang: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Masuk, dan Daya Tarik
Biksu kisahkan perjalanannya
Perjalanan ribuan kilometer yang ditempuh oleh para Biksu Thudong tidak seluruhnya berjalan mulus.
Hambatan dan kendala selama melakukan meditasi spritual itupun kerap ditemui.
Hal ini disampaikan Bhante Kanthadammo atau Bhante Wawan yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat dan telah tinggal enam tahun di Thailand dan ikut perjalanan Thudong.
Bhante Wawan bercerita, saat mengawali perjalanan tersebut rombongan biksu Thudong sebanyak 35 orang.
Di mana 33 orang adalah Bikhu dan dua orang lainnya dari umat.
"Kemudian, di perjalanan itu, salah satu Bikhu mengalami kecelakaan yakni terjatuh sewaktu berada di Kota Klang, Malaysia,"ujarnya saat tiba di Kelenteng Liong Hok Bio, Kota Magelang, Selasa (30/5/2023).
"Jadi dari Kota Klang, kami sempat masuk rumah sakit dan beliau dipulangkan ke Thailand," imbuhnya.
Sehingga, lanjut dia, perjalananan menuju Candi Borobudur pun ditempuh dengan para Biksu yang tersisa.
Namun, di luar dugaan biksu yang cedera itu kembali berkumpul dan akan ikut merayakan Waisak di Candi Borobudur.
Baca juga: Panduan Liburan ke Borobudur Land, Tempat Wisata Viral di Magelang yang Lagi Hits
Baca tanpa iklan