Sementara LL mengalami sakit di bagian pinggang belakang, sehingga susah bergerak.
"Ini kita (peristiwa keributan WNI dan WN Rusia) masih sedang dalam proses penyelidikan," kata Nyoman Karang Adiputra.
Baca juga: Video Viral di TikTok, Mobil Pajero Terjebak di Pantai Timbis Bali, Sopirnya Ternyata Bule Mabuk
Kronologi Kejadian Baku Hantam
Nyoman Karang Adiputra mengungkapkan berdasarkan laporan awal bahwa insiden baku hantam pada mulanya terjadi saat keluarga wisatawan dari Jakarta sedang makan bersama di sebuah restoran.
Restoran tersebut berada di kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali.
Di momen yang sama, ada bule Rusia sedang menghisap vape di dalam ruangan ber-AC.
Melihat hal itu, satu di antara orang dari keluarga wisatawan lokal itu lantas melaporkan perilaku bule Rusia secara langsung ke pihak manajemen restoran.
"Terus manajemen tegurlah WNA itu (WNA yang rokok vape), ternyata WNA itu nggak terima. Dia datangi pihak tamu (WNI) yang melaporkan ke manajemen itu. Setelah itu terjadi pemukulan, saling balaslah di situ," jelas Nyoman Karang Adiputra.
Baca juga: Wagub Bali Tegaskan Tak Ada Pembatasan Kuota WNA: Turis yang Merusak Adat Budaya Dilarang Masuk
Usai adanya kejadian ini Nyoman Karang Adiputra mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan kedua belah pihak.
Mengingat kedua belah pihak juga sama-sama mengalami luka-luka atas insiden baku hantam.
Meski demikian pihak Polsek Kuta Selatan, masih akan melakukan pemeriksaan atas insiden baku hantam tersebut.
Dalam hal ini dilakukan dengan meminta keterangan para saksi dan memeriksa rekaman CCTV yang ada di lokasi untuk mengetahui secara pasti persoalan tersebut.
Baca juga: Misteri Kematian 2 Turis China di Hotel Bintang 5 Bali, Ada Luka Mencurigakan
(TribunTravel/Zed)
Baca selengkapnya soal berita viral di sini.
Baca tanpa iklan