Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Terapkan Zona Bebas Manula, Kafe Kopi di Korea Selatan Tuai Kritikan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi kafe kopi di Korea Selatan. Kafe di Korea Selatan tuai kritikan karena pasang tanda bebas manula

Orang-orang yang berusia di atas 72,6 tahun dianggap warga lanjut usia di Korea Selatan, menurut sebuah survei oleh Pemerintah Metropolitan Seoul.

Angka tersebut merupakan usia rata-rata responden yang menjawab “ya” ketika ditanya apakah mereka menganggap dirinya senior.

Laporan tahun 2022 tentang kesejahteraan dan kondisi kehidupan lansia di Seoul, yang disusun oleh pemerintah kota, didasarkan pada survei yang dilakukan dari bulan Juni hingga Agustus.

Dilansir dari straitstimes, jajak pendapat tersebut mencakup survei tatap muka dengan 3.010 responden di atas 65 tahun.

Saat ini, “warga negara senior” didefinisikan oleh hukum nasional sebagai siapa saja yang berusia 65 tahun ke atas.

Pemerintah kota menambahkan bahwa ambang batas usia 72,6 tahun adalah 7,6 tahun lebih tua dari definisi hukum saat ini.

Dari peserta survei, 43,89 persen dari mereka yang berusia antara 70 dan 74 tahun mendefinisikan diri mereka sebagai warga lanjut usia.

Di antara mereka yang berusia antara 76 dan 79 tahun, 23,39 persen merasakan hal yang sama.

Sekitar 18 persen dari mereka yang berusia di atas 80 menganggap diri mereka warga lanjut usia.

Sementara itu, sekitar 15 persen dari mereka yang berusia antara 60 dan 69 tahun menganggap diri mereka lansia.

Hampir 85 persen lansia menjawab bahwa mereka adalah pengguna smartphone, dan 26,3 persen pengguna teknologi senior mengatakan bahwa mereka menggunakan Internet untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.

Menurut temuan, rasio lansia yang bekerja membaik di 41,6 persen, naik 6,5 persen dibandingkan dengan 2018.

Dari mereka, 28,2 persen adalah pekerja penuh waktu, sementara 31 persen adalah wiraswasta tanpa karyawan.

Masa kerja rata-rata mereka adalah 15,3 tahun, menerima 1,9 juta won (S$2.000) sebagai pendapatan rata-rata bulanan mereka.

Pemerintah kota Seoul menjelaskan bahwa karakteristik demografis Seoul telah mengalami perubahan seismik, didorong oleh penuaan baby boomer yang lahir antara tahun 1955 dan 1963.

Halaman
123