Satpol PP meminta agar pemilik mau menutup lokasi prostitusi itu.
"Pemilik rumah juga sudah dengan sadar akan menutup lokasi prostitusi tersebut, untuk sementara hanya dilakukan himbauan," ucapnya.
Setahun sebelumnya, pihaknya juga sudah mendapat laporan adanya kegiatan prostitusi di lokasi tersebut.
"Tapi saat itu tidak ada aktivitas kegiatan, kosong," ujarnya.
Baca juga: Viral Penjaga Toilet di Alun-alun Kidul Jogja Pamer Alat Kelamin, Pelaku Sudah Diamankan Polisi
Bertarif Rendah
Salpol PP mengungkapkan, prostitusi temuan mereka di Klaten rupanya juga menawarkan tarif rendah.
"Dipatok tarif Rp70 Ribu, Rp15 Ribu untuk pemilik rumah sisanya PSK," ujar Sulamto.
Sulamto mengungkapkan bahwa tempat prostitusi tersebut sudah lama ditarget oleh Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten.
"Sudah lama itu (lokalisasi). Setahun yang lalu pernah kami razia, tapi tempat tersebut kosong tidak ada kegiatan apa-apa," ungkapnya.
Di sekitar lokalisasi tersebut ternyata juga terdapat sebuah tempat karaoke yang tidak memiliki izin.
Sementara tindak lanjut terhadap penemuan lokalisasi tersebut, Sulamto melakukan himbauan terhadap pemilik rumah S untuk menutup tempat kegiatan tersebut.
"Pemilik juga sudah menyadari kesalahan, akan ditutup tempat itu sendiri," jelasnya.
Baca juga: Polemik Umat Hindu Tak Boleh Ibadah di Candi Ijo Jogja, Dispar Sleman Bilang Begini
Konologi Kakek Meinggal Mendadak
Sebagaimana disebutkan sebelumnya, awal mula penemuan tempat prostitusi tersebut didasari adanya laporan seorang kakek meninggal mendadak.
Dikutip dari Kompas.com, kakek tersebut rupanya sudah berusia cukup senja yakni 71 tahun.
Baca tanpa iklan