"Mau di mana pun, kalau gerimis-gerimis paling enak memang makan mie instan rebus, sepakat?!
Tapi staf saya melakukan pelanggaran. Mereka malah beli produk Korea ckckck... Jangan dicontoh ya, guys! Kota harus Bangga Buatan Indonesia demi mempercepat kebangkitan ekonomi dan juga terciptanya lapangan kerja!
Mi instan favorit kalian apa nih guys?," tulis Sandiaga Uno dalam keterangan videonya.
Bangga Buatan Indonesia Diyakini Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional
Sandiaga Uno mengatakan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia diyakini akan mampu mempercepat pemulihan ekonomi nasional pascapandemi.
Dalam kegiatan Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali, Jumat (25/3/2022) Sandiaga Uno mengatakan, sesuai arahan Presiden Jokowi kepada para menteri, BUMN dan kepala daerah, Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia merupakan agenda koordinasi dan penyamaan persepsi tentang percepatan belanja pemerintah sebagai salah satu strategi percepatan pemulihan ekonomi melalui penggunaan produk dalam negeri yang diproduksi oleh UMKM.
"Jadi ada keberpihakan sebagai agenda nasional pemulihan ekonomi secara garis besar. sesuai arahan Presiden, penentu-penentu kebijakan di daerah dan pusat harus mulai betul-betul berpihak pada produk-produk dalam negeri," ujar Sandiaga Uno dalam siaran pers resminya.
Kedua, penyamaan persepsi tentang bagaimana pelaksanaan barang jasa pemerintah yang sudah disederhanakan dan berpihak kepada UMKM.
Ketiga koordinasi dengan K/L hingga pemerintah daerah dalam rangka pengadaan barang jasa pemerintah untuk mendorong peningkatan kapasitas UMKM.
Baca juga: Potret Sandiaga Uno Meriahkan Solo Menari 2023, Diarak Naik Becak hingga Ikut Nari
Terakhir, ini adalah bagian dari sosialisasi program yang dilaksanakan dalam rangka peningkatan penggunaan produk dalam negeri.
"Ini langkah strategis yang dilakukan Bapak Presiden dan diharapkan ada aksi nyata yang dilakukan para menteri, kepala badan, kepala daerah, dalam menjalankan arahan tersebut, jadi sudah harus gerak cepat meningkatkan pengadaan barang dan jasa untuk produk dalam negeri, juga optimalisasi Bangga Buatan Indonesia," kata Sandiaga Uno.
Kedepan Indonesia harus mampu bukan hanya mencintai produk-produk dalam negeri tapi juga membeli produk buatan Indonesia, dan tidak ada lagi ego sektoral sehingga meningkatkan pembelian produk-produk lokal.
"Program ini berorientasi pada pemulihan ekonomi, apalagi kita sudah dua tahun pandemi, kita ingin bangkit, kita ingin membuka peluang usaha bagi para pelaku UMKM dan tercipta lapangan kerja, beragam ide inovatif ini atas arahan dari Presiden untuk menata kebangkitan kita dengan tata kelola dengan ekonomi baru. Bangsa yang besar itu harus mampu menghasilkan karya-karya besar," ujar Sandiaga Uno.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan, pengadaan barang dan jasa di pemerintah pusat mencapai Rp 526 triliun, kemudian pemda mencapai Rp 535 triliun, dan BUMN sebesar Rp 420 triliun, dengan mengalokasikan 40 persen anggaran barang dan jasa ke produk lokal, maka akan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 2 persen dan menciptakan 2 juta lapangan kerja.
Kalau anggaran pengadaan barang dan jasa itu digunakan, paling tidak 40 persen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dengan membeli barang-barang buatan Indonesia, maka pemerintah dan pemda bisa berkontribusi 2 persen untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Gegara Terjebak Macet Parah di Puncak saat Libur Lebaran, Dubes Arab Saudi Curhat ke Sandiaga Uno
(TribunTravel.com/ Rtn)
Baca tanpa iklan