- Milk coffee rote kopi susu: Rp 20.000
- Milk coffee kopi pantai koka: Rp 28.000
Baca juga: Bunda Corla ke Rumah Sandiaga Uno, Kepincut Kopi Susu Buatan Nur Asia
Kopi Bajawa yang populer di mata dunia
Kopi Bajawa banyak tumbuh di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada.
Berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut, Bajawa menyuguhkan pesona alam nan asri di bawah hamparan kaki Gunung Inerie.
Hamparan hutan kopi arabika organik dengan ketinggian 1 meter hingga 3,5 meter tersebar di beberapa titik di Kecamatan Golewa dan Bajawa, dilaporkan Kompas.com.
Kopi arabika di Ngada mulai dibudidayakan tahun 1977.
Saat itu, Pemerintah Provinsi NTT membeli 4 kilogram bibit kopi propelegitim dan 4 kilogram bibit kopi arabika dari Jember.
Propelegitim disemaikan di halaman kantor Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Ngada, sedangkan bibit kopi arabika disemaikan di perkebunan misi Katolik Malanuza, Boawae, 30 kilometer arah timur Ngada.
Di sana terdapat sekolah pertanian menengah atas.
Pada masa Bupati Matheus John Bey (1978-1988), kopi arabika dikembangkan di Kecamatan Golewa dan Bajawa.
Dua kecamatan ini berada di atas 1.000 mdpl, cocok dengan sifat arabika.
Saat ini, kopi arabika kini jadi tanaman favorit di Ngada.
Mereka meyakini kopi Bajawa telah direstui leluhur dan tidak akan digerogoti atau tersaingi.
Budidaya kopi Bajawa diutamakan organik sehingga menambah keistimewaan sehingga terus diincar.
Baca tanpa iklan