"Saya mengucapkan terima kasih kepada pecalang dan Polsek Sukawati, dan saya mengharapkan kerjasama seperti ini untuk lebih ditingkatkan ke depannya. Segera laporkan kepada Imigrasi jika ditemukan WNA yang melakukan pelanggaran, kami akan tindak tegas WNA tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku," tutup Anggiat.
Baca juga: Sempat Tutup selama Nyepi, Operasional Bandara Ngurai Rai Bali Kembali Normal
Kurang sosialisasi ke turis
Tokoh Pariwisata Ubud, Tjokorda Raka Kertyasa mengatakan, turis 'nakal' sejatinya telah ada sejak tahun 1970-an di Bali.
Namun saat ini, kata dia, jumlahnya cukup banyak.
Menurut pria yang karib disapa Cok Ibah tersebut, kondisi ini terjadi akibat minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh travel agen.
Seharusnya, kata dia, para turis yang akan berlibur ke Bali, wajib diberikan pemahaman apa itu Bali, dan apa yang boleh dan tak boleh dilakukan di Bali.
Sehingga, ketika mereka berada di Bali, tidak kebingungan yang justru menjadi permasalahan.
"Harusnya sebelum mereka ke Bali, mereka telah diberikan pemahaman tentang Bali," ujarnya.
Pria yang juga menjabat Bendesa Ubud itu mengatakan, di Ubud sendiri pihaknya membentuk Yayasan Bina Wisata.
Baca juga: Viral Turis Asing Buka Celana di Kawah Gunung Agung Bali, PHDI Buka Suara
Baca juga: Chris Hemsworth dan Istri Liburan ke Bali, Pamer Keseruan Naik Motor Pakai Helm
Mereka berperan mengadukasi wisatawan di Ubud dalam berprilaku sesuai normal prilaku masyarakat Ubud, Bali pada umumnya.
"Biasanya kita berikan selebaran pada wisatawan. Dulu kan dengan penjelasan bahasa Inggris saja cukup. Sekarang, dengan beragamnnya wisatawan, kami harap pemerintah juga memfasilitasi. Saat ini sangat kurang sosialisasi pada wisatawan. Karena itulah kita sering temui turis berprilaku tak sesuai etika kita di Bali," tandasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Dua Bule Polandia Diserahkan ke Imigrasi, Nekat Camping di Pantai Purnama Saat Nyepi.
Baca tanpa iklan