Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Emirates Daur Ulang 500.000 Kg Sampah Plastik dan Kaca, Beratnya Setara Pesawat Airbus A380

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi sampah dari botol plastik.

TRIBUNTRAVEL.COM - Maskapai penerbangan Emirates berhasil mendaur ulang lebih dari 500.000 kilogram plastik dan kaca dari botol bekas dari dalam pesawat.

Berat sampah botol plastik dan kaca yang berhasil didaur ulang hampir sama dengan berat pesawat Airbus A380 Emirates yang terisi penuh oleh penumpang.

Emirates. (Dok. Emirates)

Padahal, Airbus A380 dengan panjang sekira 72 meter memiliki berat 280.000 kilogram tanpa penumpang.

Dalam proses ini, awak kabin Emirates akan memisahkan kaca dan botol plastik dengan cepat untuk dikirim ke pabrik daur ulang setelah pesawat mendarat di Dubai, Uni Emirate Arab (UEA).

Baca juga: Emirates Terbangkan Bantuan untuk Korban Gempa Turki dan Suriah, Siapkan Pesawat Kargo

Untuk mendaur ulang kaca, kaca akan dipisahkan berdasarkan warna dan kemudian dihancurkan.

Kaca daur ulang atau cullet yang siap untuk dilebur kembali lalu dikirim ke produsen kaca di UEA untuk dimasukkan ke dalam batch mereka untuk dijadikan botol kaca yang baru.

LIHAT JUGA:

Sementara itu, botol plastik akan dibersihkan, dipotong menjadi serpihan, dilebur menjadi pelet, dan dikirim ke produsen untuk membuat produk plastik lainnya.

Gagasan mendaur ulang sampah kaca dan plastik telah dimulai sejak 2019.

Hingga kini, Emirates dan Emirates Flight Catering mengolah ribuan kilogram kaca dan plastik setiap tahun.

Tas mainan, perlengkapan bayi, dan mainan gratis dari botol plastik daur ulang. (Dok. Emirates)

Baca juga: Jadi yang Pertama, Emirates Uji Coba Penerbangan Pakai Bahan Bakar Berkelanjutan

Diolah jadi selimut dan mainan anak

Meski ide mendaur ulang sampah baru dimulai pada 2019, namun Emirates telah telah menyediakan selimut ramah lingkungan selama enam tahun terakhir.

Selimut ramah lingkungan tersebut terbuat dari 28 botol plastik daur ulang.

Botol-botol tersebut diparut menjadi serpihan plastik sebelum diubah menjadi benang, yang menghasilkan bahan yang halus seperti bulu domba.

Benang halus tersebut kemudian ditenun menjadi selimut yang lembut.

Halaman
12