Masjid Raya Al-Jabbar nantinya akan dibuka kembali 10 hari menjelang bulan Ramadhan, tepatnya pada 13 Maret 2023.
Menurut Ridwan Kamil, kebetulan hal ini dilakukan menjelang Ramadhan.
Ia ingin masyarakat bisa khusyuk beribadah tanpa gangguan keamanan, ketertiban, atau kebersihan.
"Supaya nggak banyak gangguan, nggak ada terhalangi. Mau ibadah kesenggol-kesenggol aya katel, naon, di... ah! Sagala rupa," kata Ridwan Kamil.
Ia mengatakan, keamanan pun sengaja dikondisikan dengan perbantuan dari TNI.
Intinya, pihaknya akan mengevaluasi bagian mana saja yang berhasil dan bagian mana yang kurang diperhatikan.
"Itu bagian dari proses. Sampai suatu hari nanti tempat itu seperti yang kita cita-citakan gitu ya, karena saya monitor juga mereka yang PKL itu paling warga lokal hanya 5 persen, 95 persen saya wawancara, kamu ti mana, aya nu ti Garut ti mana ya, dan modusnya macam-macam. Poinnya sudah kita sediakan ya pasti terbatas lah da ini mah bukan pasar ya," jelas Ridwan Kamil.
Masjid Raya Al-Jabbar akan dibenahi
Menjelang Ramadhan, kata Ridwan Kamil, pihaknya akan membenahi Masjid Raya Al-Jabbar, mulai dari membersihkan karpet sampai berbagai fasilitas lainnya.
Supaya nanti saat Ramadhan, Masjid Raya Al-Jabbar betul-betul nyaman untuk beribadah.
"Untuk penyempurnaan, perbaikan dan penataan ketertiban setelah dua bulan dibuka dengan antusiasme jamaah yang luar biasa dan dinamika," kata Ridwan Kamil.
Ia mengatakan penutupan sementara ini dilakukan agar di bulan Ramadan masyarakat bisa beribadah di sana dengan tenang, tertib, dan bersih.
Maka, penutupan sementara ini harus dilakukan dengan berbagai pertimbangan.
"Semoga menjadi perhatian dan sampai jumpa lagi di tanggal 13 Maret, seminggu sebelum Ramadhan tiba," katanya.
Dalam video yang diunggahnya, Ridwan Kamil juga terlihat menertibkan PKL yang berjualan di area Masjid Raya Al-Jabbar.
Baca tanpa iklan