Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

AirAsia Terbangkan Pesawat Airbus A320 dengan Livery Danau Toba, Ikut Promosikan Wisata Indonesia

Penulis: Ratna Widyawati
Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

AirAsia bersiap menerbangankan pesawat Airbus A320 dengan livery Danau Toba sebagai wujud dukungan untuk pariwisata Indonesia.

TRIBUNTRAVEL.COM - AirAsia bersiap menerbangankan pesawat Airbus A320 dengan livery Danau Toba.

Pesawat dengan livery Danau Toba tersebut merupakan wujud komitmen AirAsia terhadap pengembangan wisata di Indonesia khususnya Danau Toba.

AirAsia bersiap menerbangankan pesawat Airbus A320 dengan livery Danau Toba sebagai wujud dukungan untuk pariwisata Indonesia. (Dok. AirAsia)

Berkolaborasi dengan Tobatenun, BPODT, dan Injourney, pesawat AirAsia Airbus A320 PK-AZR akan resmi mengudara dengan livery Danau Toba.

Kolaborasi ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian promosi pariwisata Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan ajang F1 Powerboat World Championship tahun 2023.

Baca juga: AirAsia Bagi-bagi 5 Juta Tiket Pesawat Gratis, Bisa Dipesan hingga 19 Februari 2023

Livery pesawat AirAsia ini bertemakan keindahan alam dan kain tenun Toba, di mana badan pesawat dihias ilustrasi yang menggambarkan proses pembuatan kain tenun dengan latar belakang keindahan alam Danau Toba.

Proses kreatif penciptaan livery ini dilakukan oleh Tobatenun selama kurang lebih dua bulan, dengan memasukkan unsur-unsur yang dapat memperkaya destinasi utama Danau Toba.

LIHAT JUGA:

Dalam sambutannya dalam acara peluncuran livery Danau Toba yang bertempat di Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) ini, Direktur Utama Indonesia AirAsia Veranita Yosephine menyatakan rasa senangnya karena Indonesia AirAsia dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan dan promosi pariwisata di wilayah Danau Toba dan sekitarnya sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas.

“Seperti yang kita ketahui bersama, tahun lalu kami membuka rute Silangit. Sejak beroperasi, tingkat keterisian rute Silangit tersebut rata-rata untuk setiap penerbangannya mencapai 83.6 persen. Ini merupakan bukti bahwa masyarakat menerima keberadaan AirAsia sebagai maskapai pilihan untuk terbang ke destinasi wisata.” tutur Veranita dikutip dari siaran pers resmi AirAsia, Senin (20/2/2023).

“Tentunya kami juga berharap agar kerjasama ini akan terus membuka peluang untuk menjaring banyak turis berkunjung ke Danau Toba dan sekitarnya, sehingga pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah setempat dapat terus berkembang.” papar Veranita lebih lanjut.

Baca juga: Jadwal & Harga Tiket Pesawat Rute Lombok ke Surabaya, Naik AirAsia Mulai Rp 549 Ribu

Potret sunrise Danau Toba dilihat dari Bukit Gajah Bobok, Sumatera Utara. AirAsia bersiap menerbangankan pesawat Airbus A320 dengan livery Danau Toba sebagai wujud dukungan untuk pariwisata Indonesia. (Dedy_p5, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)

Selaku UMKM yang mewakili ekonomi kreatif dan komunitas di Sumatera Utara, Tobatenun mewujudkan tanggung jawabnya dalam keberlanjutan ekosistem tenun dan lingkungan sekitar dengan melakukan pengembangan kain tenun Batak di enam daerah yaitu Toba, Dairi, Karo, Medan, Simalungun dan Angkola.

Selain melakukan revitalisasi kain-kain lawas, Tobatenun juga membuka ruang ide dan kreasi bagi para artisan tenun untuk menciptakan motif-motif baru dengan kombinasi warna yang menarik pasar nasional.

Sebagai wirausaha sosial, Tobatenun melakukan pendekatan dengan pengrajin secara holistik dan mencoba tumbuh bersama masyarakat daerah dengan mendirikan Jabu Bonang sebagai rumah komunitas tenun pada tahun 2022 dan telah memiliki rumah pewarnaan alami untuk mendekatkan material utama dalam membuat kain tenun.

CEO dan Founder Tobatenun Kerri na Basaria mengatakan, “Kami senang sekali dapat berkontribusi dalam mempromosikan Kawasan Danau Toba dan sekitarnya bersama-sama dengan Indonesia AirAsia."

"Gambar yang terlihat di badan pesawat mewakili karya kreatif Tobatenun, yaitu motif-motif kain tenun kontemporer yang terinspirasi dari motif kain tenun Batak tradisional, perempuan penenun, keindahan Danau Toba dan kekayaan budaya Batak seperti bunga rias atau kecombrang yang sering dipakai di masakan Batak seperti ikan arsik atau sambal rias," imbuh Kerri.

Halaman
123