Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Mengapa Hari Valentine Identik dengan Cokelat? Intip Fakta Unik di Baliknya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pasangan yang merayakan Valentine dengan memberikan sekotak cokelat.

Paket itu dihiasi dengan dewa asmara dan mawar.

Ketika kotak itu kosong, bisa digunakan untuk menyimpan kenang-kenangan seperti surat cinta dan seikat rambut.

Cadbury tidak mematenkan kotak cokelat berbentuk hati, jadi industri lainnya mulai membuat kemasan serupa sendiri.

Tidak lama kemudian cokelat menjadi identik dengan liburan yang baru dikomersialkan.

Cokelat Hari Valentine dipertukarkan di seluruh dunia, namun melekat pada tradisi menarik di beberapa negara.

Bahkan, setiap negara memiliki ciri khas cokelat dan tradisi Hari Valentine masing-masing.

Contohnya, wanita di Jepang harus memberikan "cokelat kewajiban" kepada semua pria yang mereka kenal pada tanggal 14 Februari.

Baca juga: Rayakan Valentine di Taman Safari Bogor, Dapatkan Promo Harga Tiket Masuk & Sweet Lunch

Legenda St. Valentine

Perayaan Hari Valentine diambil dari nama St. Valentine.

Gereja Katolik mengakui setidaknya tiga orang kudus yang berbeda bernama Valentine atau Valentinus, yang semuanya menjadi martir.

Salah satu legenda menyatakan bahwa Valentine adalah seorang pendeta yang melayani selama abad ketiga di Roma, dikutip dari History.

Ketika Kaisar Claudius II memutuskan bahwa pria lajang adalah prajurit yang lebih baik daripada mereka yang memiliki istri dan keluarga, dia melarang pernikahan untuk pria muda.

Valentine menyadari ketidakadilan dekrit tersebut.

Ia menentang Claudius dan terus melakukan pernikahan untuk kekasih muda secara rahasia.

Ketika tindakan Valentine diketahui, Claudius memerintahkan agar dia dihukum mati.

Sekotak cokelat yang khusus diberikan saat Valentine (Egor Lyfar /Unsplash)
Halaman
123