"Perusahaan penerbangan biasanya menetapkan hanya 30 menit antara pendaratan dan lepas landas sepanjang hari, jadi tidak perlu banyak jadwal yang salah," imbuhnya.
Ia melanjutkan, "Masalah dapat diperparah, dengan layanan selanjutnya lebih mungkin mengalami penundaan."
Baca juga: Baru Pertama Kali Naik Pesawat Terbang? Ini 7 Fakta Turbulensi yang Harus Kamu Tahu
Baca juga: 4 Daftar Pertanyaan Konyol yang Sering Penumpang Pesawat Tanyakan ke Pramugari, Apa Saja?
Data menunjukkan bahwa penerbangan yang berangkat setelah pukul 15.00 memiliki peluang pembatalan tertinggi.
Faktanya, ada kemungkinan 50 persen lebih tinggi, rata-rata penumpang akan mengalami masalah, daripada mereka yang berangkat lebih awal.
Angka yang diberikan oleh FlightRadar24 yang menganalisis pembatalan penerbangan musim panas lalu, menunjukkan waktu terbaik untuk terbang adalah pagi hari antara pukul 11.00 dan 12.00.
Hanya rata-rata 0,75 persen penerbangan yang dijadwalkan selama waktu itu ditunda atau dibatalkan, maka menjadikannya waktu terbaik untuk terbang.
Sementara itu, Maret adalah bulan paling andal untuk bepergian, dengan rata-rata keterlambatan terpendek.
Dan ini adalah hari terbaik untuk terbang dengan penerbangan yang lebih murah.
Cara Mudah Ketahui Pesawat Delay
Penumpang pesawat tentu tak asing lagi dengan pesawat delay atau penundaan.
Pesawat delay dapat disebabkan beberapa hal, namun biasanya yang paling sering terjadi adalah cuaca buruk.
Biasanya pihak maskapai akan mengumumkan jika pesawat delay.
Ternyata pesawat delay dapat diketahui, bahkan sebelum maskapai memberikan pengumuman.
Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa pesawat akan mengalami delay?
"Petunjuk yang paling jelas, tentu saja, adalah memeriksa cuaca," kata pilot maskapai Patrick Smith dari Ask the Pilot kepada Travel+Leisure.
Baca tanpa iklan