TRIBUNTRAVEL.COM - Musibah gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah berkekuatan 7,8 magnitudo terjadi pada Senin (6/2/2023).
Dampak gempa ini dirasakan jutaan warga Turki dan Suriah, dan 1.000 orang menjadi korban.
Gempa susulan kembali terjadi dengan skala 7,5 magnitudo dan menambah kerusakan fasilitas publik maupun bangunan milik penduduk, tak terkecuali bandara.
Beberapa bandara besar di Turki selatan juga mengalami kerusakan hingga akhirnya harus ditutup.
Baca juga: Gempa Turki Runtuhkan Kastil Gaziantep, Situs Bersejarah yang Dibangun Abad ke-17
Ada bandara yang masih buka dan beroperasi.
Namun, bandara itu hanya dibuka untuk pesawat yang membawa pasokan bantuan atau evakuasi.
LIHAT JUGA:
Penutupan bandara
Melansir Simple Flying, Rabu (8/2/2023), sementara semua bandara di Turki selatan dan Suriah utara kemungkinan terkena gempa, tiga bandara khususnya telah berhenti beroperasi.
Penutupan bandara pertama adalah Bandara Adana Sakirpasa (ADA) Turki.
Bandara di Provinsi Adana, Turki selatan ini kemungkinan besar mengalami beberapa kerusakan pada terminalnya, seperti bangunan lain di daerah tersebut.
Namun, di tengah kekacauan tersebut, belum ada laporan dirilis yang menggambarkan kerusakan bandara.
Sedangkan di dekat Provinsi Hatay, Bandara Hatay (HTY) telah ditutup karena landasan pacu yang rusak.
Bandara Turki selatan mengalami kerusakan parah saat retakan besar terbentuk di tengah landasan pacu, menyebabkan aspal melesak ke atas seperti pegunungan kecil.
Otoritas setempat pun memilih untuk menghentikan semua layanan penerbangan dari dan ke bandara.
Baca tanpa iklan