Tidak lama setelah melakukan penelusuran lokasi pesawat yang hilang, ditemukan pesawat dalam kondisi terbakar di runway.
Kelompok Separatis Teroris pimpinan Egianus Kogoya diduga kuat membakar pesawat Susi Air.
Informasi tersebut disampaikan oleh Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring.
"Benar pesawat Susi Air sudah dibakar. Pelaku pembakaran diduga kuat adalah Kelompok Separatis Teroris pimpinan Egianus Kogoya," kata Danrem Sembiring.
Baca juga: Kekecewaan Susi Pudjiastuti Akibat Susi Air Diusir dari Hanggar, Pesawatnya Ditarik Paksa Satpol PP
Kondisi pilot dan penumpang
Adapun penumpang yang ada di dalam Pesawat Susi Air tersebut yakni Philips yang diketahui merupakan pilot.
Sementara para penumpangnya yakni Demanus Gwijangge, Minda Gwijangge, Pelenus Gwijangge, Meita Gwijangge dan Wetina W yang merupakan seorang bayi.
Dari peristiwa pembakaran pesawat Susi Air tersebut, sampai saat ini Pihak TNI dan Polri masih mencari keberadaan pilot hingga penumpangnya.
Donal Fariz mengatakan saat ini pihaknya tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait guna melakukan pencarian pilot hingga penumpang pesawat.
"Tentu saja kami juga berkoordinasi dan melakukan komunikasi dengan otoritas terkait, untuk membantu mempercepat proses mengetahui kejadiaan tersebut keberadaan pilot dan hal-hal yang berkaitan dengan kejadian yang terjadi pagi ini," kata Donal.
Baca juga: Viral Video Pesawat Susi Air Diusir dari Hanggar Malinau, Begini Kronologi Kejadiannya
Baca juga: Kotak Hitam Pesawat Susi Air yang Jatuh di Duma Papua Ditemukan, Begini Kronologi Kejadian
Donal berharap proses pencarian berjalan dengan baik.
Selain itu, pilot hingga penumpang pesawat bisa segera ditemukan.
"Tentu saja ini kejadian yang tidak kita inginkan, dan kita berharap seluruh komponen bisa secara cepat untuk mengkonfirmasi dan memastikan kondisi pesawat dan pilot tersebut," harap Donal.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fakta-fakta Pesawat Susi Air Dibakar: Kronologi, Kondisi Penumpang hingga Respons Susi Pudjiastuti.
Baca tanpa iklan