Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Jadi yang Pertama, Emirates Uji Coba Penerbangan Pakai Bahan Bakar Berkelanjutan

Penulis: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Maskapai penerbangan Emirates menginisiasi uji coba penerbangan pertamanya menggunakan 100 persen Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan

"Membuatnya (bahan bakar SAF) lebih mudah diakses di seluruh dunia, dan yang paling penting adalah membuatnya terjangkau untuk penyerapan industri yang lebih luas di masa depan," kata dia.

Baca juga: Angsa Jadi Brand Ambassador Baru Maskapai Emirates, Aksinya Curi Perhatian

Kerja sama berbagai pihak

Dalam menggunakan bahan bakar SAF, Emirates bekerja sama dengan GE Aerospace, Boeing, Honeywell, Neste, dan Virent.

Dengan begitu, Emirates mendapatkan dan mengembangkan campuran bahan bakar SAF yang sangat mirip dengan bahan bakar jet konvensional.

Dalam proses pengembangan ini, sejumlah pengukuran properti bahan bakar kimia dan fisik diterapkan pada setiap rasio campuran.

Setelah beberapa tes laboratorium dan uji coba yang ketat, Emirates dan para mitranya akhirnya menemukan rasio pencampuran yang sama dengan kualitas bahan bakar jet.

Emirates menginisiasi uji coba penerbangan pertamanya menggunakan 100 persen Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan. (Instagram/emirates)

Pada akhirnya, 18 ton bahan bakar SAF berhasil tercampur, yang terdiri dari HEFA-SPK yang disediakan oleh Neste (hydro processed esters dan fatty acids dan minyak tanah parafin sintetik) dan HDO-SAK dari Virent (minyak tanah aromatik sintetik hydro deoxygenated).

Salah satu mesin GE90 menggunakan 100 persen Bahan bakar SAF, sedangkan mesin lainnya menggunakan bahan bakar jet konvensional.

Baca juga: 5 Fakta Unik Emirates, Punya Layanan Mandi Spa dan Jadi Maskapai Paling Ramah Anak di Dunia

Baca juga: Emirates Hadirkan Film Dokumenter di Pesawat, Ada Kisah Ratu Elizabeth II sampai The Beatles

Uji coba penerbangan Emirates menunjukkan kompatibilitas bahan bakar SAF yang dicampur secara khusus sebagai sumber bahan bakar yang aman dan dapat diandalkan.

Hasil yang menjanjikan dari inisiatif ini juga menambah kumpulan data dan penelitian di industri seputar campuran bahan bakar SAF dalam proporsi yang lebih tinggi.

Sehingga membuka jalan bagi standarisasi dan persetujuan untuk penggunaan 100 persen bahan bakar SAF sebagai pengganti bahan bakar jet di masa depan yang jauh di atas batas campuran saat ini yaitu 50 persen.

(TribunTravel.com/Sinta)