TRIBUNTRAVEL.COM - Sebanyak 200 penumpang terpaksa harus bermalam di pesawat lantaran adanya banjir yang melanda Bandara Auckland.
Diketahui ratusan penumpang tersebut harusnya terbang menuju Sydney, Australia, namun tertahan di Bandara Auckland karena banjir menggenangi landasan pacu.
Dikutip dari news.com.au, Sabtu (28/1/2023) banjir saat ini memang sedang menggenangi kota Selandia Baru.
Alhasil membuat pemerintah mengeluarkan pernyataan terkait keadaan darurat karena air sudah mulai menggenangi sejumlah rumah hingga fasilitas publik usai hujan deras.
Baca juga: Pesawat Lion Air Tabrak Garbarata di Bandara Merauke, Maskapai Minta Maaf & Beri Kompensasi
Hal ini termasuk yang terjadi pada Bandara Auckland yang berimbas pada penundaan penerbangan pesawat dari maskapai Qantas.
Di mana pesawat dengan kode QF148 itu dibatalkan setelah penumpang sudah naik ke pesawat sekira pukul 18.15 WIB.
TONTON JUGA:
Namun siapa sangka, sejak waktu itu mereka justru tertahan duduk di pintu gerbang selama sekira tujuh jam.
Meski dalam keadaan darurat, penumpang masih mendapatkan makanan dan minuman ambil menunggu malam di pesawat.
Mereka juga diberi waktu untuk meregangkan kaki di garbarata yang menghubungkan pesawat ke terminal sebelum akhirnya bisa kembali ke terminal sekira pukul 02.00 waktu setempat.
Penumpang Mark Andrews menelepon ke Radio Selandia Baru untuk mengatakan bahwa getaran di pesawat itu cukup membantu meski ada sedikit rasa ketidaknyamanan.
Kemudian saat jam istirahat, lampu pesawat dimatikan agar penumpang bisa tidur dengan nyenyak.
Sementara itu bagi penumpang di kelas bisnis, para awak kabin menawari mereka segelas sampanye.
Baca juga: Cerita Penumpang Terjebak 7 Jam di Pesawat karena Bandara Kebanjiran
Mark Andrews mengatakan, sebagian besar dari kru pesawat sempat khawatir jika hanya setengah dari toilet pesawat yang bisa berfungsi.
Namun untungnya para penumpang dilaporkan diizinkan kembali ke terminal sekira pukul 01.45 waktu setempat.
Baca tanpa iklan