Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Sandiaga Uno Sebut Water Park & Sushi Paling Dicari Turis di Jogja

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sandiaga Uno baru-baru ini mengeluarkan pernyataan terkait data wisata yang paling dicari di Jogja ternyata water park dan sushi.

Dari pernyataan tersebut, unggahan Twitter Sandiaga Uno langsung dibanjiri oleh beragam komentar warganet.

Pernyataan dan data yang ia sampaikan menuia banyak pro kontra hingga menjadi banyak perbincangan.

Beberapa dari warganet yang tak setju menganggap, kebanyakan wisatawan yang berlibur ke Jogja yang dicari adalah makanan tradisionalnya.

Terlebih soal kuliner khas yang dijajakan di pinggir jalan, rasanya makanan semacam ini sudah jadi image yang melekat bagi Kota Jogja.

"Padahal yg sebenernya ngangenin banget di Jogja itu duduk di trotoar, makan street-food, sambil praktek bahasa krama inggil halus yg sudah mulai tergerus zaman.." komentar akun @The_Discomafia.

"Izin Bapak, mungkin datanya bisa dikeluarkan ini permintaan dari turis yang mana. Terutama proses pemilihan samplenya. Karena jujur pak kalo saya pribadi ke Jogjakarta mah nyarinya Ayam Geprek Bu Rum. Juga Alih alih ke Waterpark, saya memilih ke Sri Gethuk," timpal akun @JjHerlambang.

Baca juga: Sandiaga Uno Kunjungi Desa Wisata Bangsring, Beri Makan Ikan Laut hingga Tanam Terumbu Karang

Selain komentar tersebut, tak sedikit juga dari warganet yang setuju dengan data dan pernyataan Sandiaga Uno.

Hal ini mengingat keberadaa sushi di Jogja memang masih belum sebanyak sebagaimana di Ibu Kota Jakarta.

"Orang-orang mengoceh tentang pidato Sandi Uno tentang turis Yogya yang menginginkan sushi, tetapi apakah kalian menganggap bahwa 1000 bus yang datang ke sana dari daerah tetangga mungkin menginginkan itu karena lebih konyol pergi ke Jakarta hanya untuk sushi?," tulis akun @ryanurzha salam sebuah utas.

"Juga hanya karena permintaannya lebih tinggi daripada gerai sate klathak lainnya, bukan berarti tidak ada permintaan untuk makanan lokal/tradisional - permintaan itu masih ada," tambah akun @ryanurzha.

"Atau mungkin kita malah bisa fokus memperkenalkan sate klathak ke Tokyo atau NYC."

"Untuk semua frustrasi kita pada impor budaya, kita benar-benar tidak melakukan ekspor budaya dengan baik," tutp akun @ryanurzha.

Baca juga: Momen Sandiaga Uno Sambut Wisman Pertama di Tahun 2023, Kalungkan Bunga & Sajikan Tarian Daerah

(TribunTravel/Zed)

Baca selengkapnya soal Sandiaga Uno di sini.