Saat peristiwa terjadi, Medina Kaist dan Carolina Castro dan penumpang lainnya diinstruksikan untuk tidak panik.
Lebihnya lagi para penumpang juga diarahkan untuk tidak perlu memakai jaket pelampung, bahkan saat air mulai masuk ke kapal.
"Lagipula semua orang mengenakan jaket pelampung," katanya.
Saat air mulai bocor ke dalam perahu, Castro mengatakan dia mulai mengalami serangan panik.
Pasangan itu pergi ke atas kapal saat tenggelam dan diselamatkan oleh awak kapal terdekat.
Setelah peristiwa itu, mereka cukup terguncang dan merasa trauma.
Terlebih sebelum kapal speed boat itu tenggelam Medina Kaist dan Carolina Castro sudah melakukan tunangan di Nusa Penida pada malam Tahun Baru.
Baca juga: Viral Turis Lombok Kena Scam di Desa Sade Lombok, Sandiaga Uno Angkat Bicara
Atas curhatan pasangan Medina Kaist dan Carolina Castro Manajer Kapal Cepat Grup Maruti, operator speedboat, Kadek Ariana angkat bicara.
Melalui pernyataannya, ia membantah bahwa penumpang speed boat diberitahu kalau jaket pelampung tidak dibutuhkan.
Padahal saat itu penumpang sudah didesak oleh kru untuk memakainya.
Dia mengatakan, kecelakaan itu disebabkan oleh dahan pohon dan benda lain yang hanyut ke laut karena cuaca yang kuat sehari sebelumnya.
"Kami sangat menyesal dan menyesal bahwa ini terjadi, sangat buruk bagi kami dan membuat frustrasi," kata Kadek Ariana.
Dia mengatakan dia telah mengoperasikan tur kapal cepat selama hampir 11 tahun.
"Kami melakukan segalanya sesuai dengan prosedur keselamatan kami dan jangkar selalu diikat dengan aman," Jelas Kadek Ariana.
Baca juga: Video Viral Pasangan Turis Tak Bawa Boarding Pass Paksa Seluruh Penumpang Turun dari Pesawat
Kondisi Terkini Turis Asutralia
Baca tanpa iklan