Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Arab Saudi Masa Kini: Lebih Longgar Buat Turis, Banyak Wanita Buka Cadar & Tak Pakai Abaya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wajah Baru Arab Saudi, perempuan kini bebas berpakaian dan tak lagi menggunakan cadar atau abaya.

Di mana kebebasan aspek sosial menurutnya adalah langkah pertama yang dibuat pemerintah untuk memperkenalkan berbagai proyek dan inisiatif transformasional untuk mendorong kemajuan negara.

Dalam implementasinya sendiri, kini percampuran antara laki-laki dan perempuan menjadi lebih umum dan polisi agama tidak terlihat.

Sekarang, wanita lebih terlibat di tempat kerja, menempa jalan mereka sendiri dan membuktikan bahwa mereka merupakan bagian integral dari ekonomi Arab Saudi dan pertumbuhannya.

Di sini lain, Pemerintah Saudi juga telah memberikan peningkatan kesempatan bagi warga negara untuk bekerja di sektor swasta dan publik melalui kerangka Nitaqat.

Hal itu mengingat dua per tiga dari populasi warga Kota Riyadh usianya masih terbilang sangat muda.

Sekira lebih dari setengahnya berusia di bawah 20 tahun dan kurang dari seperlima berusia di atas 60 tahun.

Populasi saat ini sebesar 7,5 juta diperkirakan mencapai 10 hingga 15 juta pada tahun 2030.

Wajah Baru Arab Saudi, perempuan kini bebas berpakaian dan tak lagi menggunakan cadar atau abaya. (FAYEZ NURELDINE / AFP)

Baca juga: Melihat Kampung Monyet di Arab Saudi, Jadi Pemandangan Unik Khas Puncak Pegunungan

Dikutip dari The National, Rabu (4/1/2023) Arab Saudi sekarang terlihat berbeda jauh dengan 10 tahun yang lalu.

Di mana sebagian besar tempat kerja pada masa itu masih didominasi laki-laki, kata Khaled Alturki, salah satu pendiri dan kepala eksekutif Marefa Digital, sebuah platform pembelajaran yang mengadakan lokakarya dan sesi pelatihan.

“Perpaduan yang sehat antara perempuan dan laki-laki hadir saat kami menyampaikan lokakarya dan pelatihan,” kata Khaled Alturki.

“Ada lebih banyak keragaman dan inklusi.”

Gambaran yang sama juga disampaikan oleh Susan Parker, yang telah bekerja di Teluk sejak 2008, termasuk di Dubai dan Abu Dhabi.

Melalui pernyataannya, ia mengaku terkejut dangan semangat besar yang hendak dicapai oleh kota tersebut.

“Tidak ada kata sifat yang cukup besar untuk menggambarkan perubahan yang telah dilihat Riyadh,” kata Susan Parker.

Baca juga: Kocaknya Pedagang Parfum di Arab Saudi, Tawarkan Dagangannya Pakai Bahasa Jawa

Ia mengungkapkan bahwa pada 2016 ia cukup kesulitan sebagai pendatang pada masa itu

Halaman
123