"Sehingga dapat menjadi sarana edutainment (edukasi yang menghibur) bagi masyarakat, agar semakin mengenal kendaraan masa depan,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Hyundai Motor Asia Pasifik Youngtack Lee menjelaskan, Indonesia adalah pusat dari strategi mobilitas masa depan Hyundai Motor.
Baca juga: Sebanyak 20 Mobil Listrik Ikuti Touring Jakarta-Bali, Kampanyekan Kendaraan Ramah Lingkungan
Ia menambahkan, pusat pameran ini akan semakin mendukung Indonesia untuk memainkan peran penting dalam lanskap global, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
“Kami berharap teknologi baru yang diusung Hyundai di masa mendatang akan menjadi fondasi untuk kolaborasi yang jauh lebih besar antara Hyundai dan Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, kerja sama menunjukkan komitmen Hyundai yang tidak hanya terbatas sebagai penyedia kendaraan, tetapi juga membangun teknologi masa depan untuk mobilitas yang bersih dan masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.
Bersamaan dengan revitalisasi kawasan TMII yang dilakukan pemerintah, Kemenhub juga melakukan revitalisasi Museum Transportasi seluas 6,25 hektar yang dimulai sejak April 2022 dan telah rampung pada bulan November 2022.
Revitalisasi dilakukan agar museum lebih atraktif, inovatif, informatif dan edukatif.
Pada bulan Juli 2022 lalu, Kemenhub dan Hyundai Motor menandatangani nota kesepahaman (MoU), di mana dalam MoU tersebut Hyundai menghibahkan 2 (dua) aset yaitu berupa Mobil listrik IONIQ 5 dan Hyundai Mobility Exhibition Center ke Museum Transportasi.
Baca juga: Menhub Budi Karya Tinjau Pembangunan Jalur Ganda Kereta Api di Solo, Target April 2024 Selesai
(TribunTravel.com/mym)
Untuk membaca artikel lain terkait Kementerian Perhubungan, kunjungi laman ini.
Baca tanpa iklan