Kapten timnas yang tidak boleh mengenakan ban kapten berwarna pelangi membuat sejumlah pihak marah.
Seperti yang dikutip dari akun @dfb_team, ban kapten yang ingin digunakan merupakan nilai yang harus dipertahankan yang selama ini di pegang timnas Jerman.
Timnas Jerman ingin suaranya didengar terkait keberagaman dan saling menghormati.
Pernyataan timnas Jerman bukan berdasarkan politik melainkan hak asasi manusia yang bisa ditawar.
Dalam tulisan postingannya, "Melarang mengenakan ban kapten (One Love) itu seperti membungkam kami."
Tentu saja ini bertolak belakan tentang rasisme yang terjadi oleh Mesut Ozil beberapa tahun yang lalu.
Timnas Jerman tutup mulut saat Mesut Ozil mendapatkan tindakan rasisme.
Dalam aksi Timas Jerman menutup mulut merupakan bentuk protes terkait larangan LGBT+ pada ajang Piala Dunia 2022 di Qatar.
Baca juga: Menu Makanan Sehat Cristiano Ronaldo selama Piala Dunia 2022, Disiapkan oleh Koki Pribadi
Namun, aksi tutup mulut yang dilakukan timnas Jerman langsung dibalas oleh masyarakat Qatar yang berada di atadion.
Suporter atau masyarakat Qatar waktu itu memenuhi Stadion Al Bayt yang menjadi saksi timnas Jerman harus bermain imbang melawan Spanyol.
Suporter atau masyarakat di Stadion Al Bayt dalam beberapa momen yang telah diabadikan AFP, membentangkan dan membawa sketsa foto Mesut Ozil.
Pada tahun 2018 silam, Mesut Ozil sebelumnya telah menyatakan untuk keluar dari timnas Jerman.
Keluarnya Mesut Ozil dari timnas Jerman membuat heboh pencinta sepak bola di dunia.
Ada beberapa pernyataan yang panjang yang menggarisbawahi Mesut Ozil keluar dari timnas Jerman.
Alasan hengkangnya Mesut Ozil yang utama yaitu tindakan rasisme yang telah dia alami.
Baca tanpa iklan