Bangunan yang didominasi khas timur tengah itu berisi mulai dari food court hingga toko-toko suvenir dan rempah-rempah.
Melansir Visit Qatar, Souq Waqif terasa seperti anakronisme, terutama dengan latar belakang cakrawala modernis Doha yang dramatis.
Souq Waqif akan mengingatkan pengunjung pada masa lalu sambil tetap menjadi pusat aktivitas dan tempat perdagangan.
Souq berasal dari Bahasa Arab yang mempunyai arti besar. Seperti yang diketahui, Souq Waqif adalah pasar terbesar di Doha.
Bernuansa Timur Tengah
Baca juga: Selain Metro, Qatar Siapkan Bus Listrik untuk Transportasi Penonton Piala Dunia 2022
Bangunan Souq Waqif sangat kental dengan ciri khas Timur Tengah, di mana bagian dindingnya tidak diplester dengan rata dan berwarna krem.
Sangat berbeda dengan Indonesia, bangunan Souq Waqif tidak memakai genteng.
Terdapat banyak barang yang dijual di Souq Waqif, baik yang praktis maupun yang fantastis.
Dari sepatu, barang antik, hingga kerajinan tangan, Souq Waqif memberi hadiah kepada para pemburu harta karun dengan artefak dari seluruh wilayah.
Peralatan memancing dan penyelaman mutiara bersaing untuk mendapatkan perhatian dengan kain tenun, permadani, furnitur kayu, dan ornamen kaca yang dibuat di bengkel yang berdekatan.
Pencinta musik dapat menyukai jenis drum, seruling, dan alat musik gesek lokal, termasuk melankolis oud.
Di sisi lain, pengunjung juga dapat menemukan berbagai rempah-rempah di Souq Waqif.
Adapun rempah-rempah yang dijual di Souq Waqif, antara lain kunyit, zater, sumac, bunga kering, lemon hitam kering, dan varietas kurma, madu, daun teh, dan biji kopi.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Tidak Becek, Begini Penampilan Pasar Tradisional di Qatar yang Jadi Favorit Piala Dunia 2022
Baca tanpa iklan