Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pesawat Mendarat Darurat di Zona Perang setelah Pramugari Meninggal di Tengah Penerbangan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi maskapai penerbangan Gulf Air melakukan pendaratan darurat di Irak zona perang, setelah pramugari meninggal dunia.

TRIBUNTRAVEL.COM - Pramugari pesawat berangkat dari Bandara Internasional Bahrain menuju Paris, kemudian harus melakukan pendaratan darurat.

Pendaratan darurat pesawat itu dilakukan karena pramugari pesawat meninggal dunia di tengah penerbangan.

Illustrasi pesawat melakukan pendaratan darurat setelah pramugari tak sadarkan diri saat melakukan perjalanan di udara. (Unsplash/Pascal Meier)

Pendaratan pesawat yang membawa pramugari itu dilakukan di Bandara Internasional Erbil di wilayah Kurdistan, Irak.

Diketahui pesawat yang membawa pramugari dan penumpang mendarat di zona perang.

Baca juga: Simak 5 Tips Pramugari untuk Penumpang yang Mau Traveling Naik Pesawat

Pesawat itu mendarat di wilayah Kurdistan, Irak yang baru-baru ini dibom.

Pramugari pesawat komersial meninggal setelah mengalami serangan jantung.

Tonton juga:

Serangan jantung yang dialami pramugari pesawat tersebut tak lama saat melakukan perjalanan udara.

Kemudian penerbangan itu terpaksa harus dilakukan pendaratan darurat di Irak

Dilansir TribunTravel dari laman Daily Star, Selasa (29/11/2022), pesawat lepas landas sekitar pukul 10.22 waktu Inggris pada 22 November 2022, lalu.

Pesawat kemudian lepas landas menuju Bandara Charles de Gaulle di Paris sekitar enam jam setelah keberangkatan.

Namun, rencana perjalanan dibatalkan ketika pramugari Gulf Air jatuh sakit hanya dua jam setelah penerbangan.

Pesawat penumpang Airbus A321 mendekati perbatasan Irak-Turki ketika diputuskan akan dialihkan ke Erbil.

Maskapai Gulf Air mengatakan pekerja bernama Yasser Saleh Al Yazidi dibawa ke rumah sakit di Kota Irak.

Namun, pihak rumah sakit menyatakan Yasser Saleh Al Yazidi telah meninggal.

Halaman
1234