Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pramugari Benci Penumpang yang Tepuk Tangan saat Pesawat Mendarat, Mengapa?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pramugari mengungkapkan alasan mengapa dirinya membenci penumpang yang tepuk tangan saat pesawat berhasil mendarat.

Dia sebelumnya mengatakan kepada Sun Online Travel, "Secara subliminal, ini adalah momen bertahan hidup bersama karena bahkan untuk pelancong berpengalaman momen pendaratan adalah yang paling berbahaya."

"Ini sangat dramatis karena sering Anda merasakan roda memantul di bawahnya jadi tidak seperti menarik ke stasiun misalnya," imbuhnya.

Ia melanjutkan, "Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka akan tegang dan menahan napas."

"Tapi kemudian kita malu dengan ketakutan kita sendiri dan itu membuat kita kembali memegang kendali jika kita membuat banyak keributan bersama. Itu tidak membuat kita terlihat seperti pengecut yang kita rasakan," ungkapnya.

Untungnya bagi pramugari, penumpang tepuk tangan jarang terjadi.

Karena orang merasa semakin aman selama penerbangan.

Judi melanjutkan, "Kami memiliki harapan yang lebih rendah untuk mengalami kecelakaan di pesawat akhir-akhir ini. Ada suatu masa di tahun 1980-an pada tahun 1990-an ketika Anda mendengar sesuatu di berita secara teratur, tetapi sekarang Anda tidak mendengar apa-apa."

Baca juga: Aktivis Iklim Duduk di Landasan Pacu Bandara Berlin, Paksa Belasan Pesawat Alihkan Penerbangan

Baca juga: Sambut Piala Dunia 2022, Pesawat Maskapai Argentina Dihiasi Wajah Lionel Messi

Kesalahan Umum Penumpang Pesawat pada Penerbangan Jarak Jauh

Ilustrasi penumpang pesawat (pexel.com/ Gratisography)

Para ahli perjalanan pun telah mengungkapkan beberapa kesalahan besar yang kerap dilakukan penumpang pada penerbangan jarak jauh.

Lantas apa saja kesalahan penumpang pesawat pada penerbangan jarak jauh? dan bagaimana cara menghindarinya?

Dilansir dari The Sun, berikut tiga kesalahan umum penumpang pesawat pada penerbangan jarak jauh di antaranya:

1. Mengenakan pakaian yang tidak nyaman

Kebanyakan penumpang pesawat lebih mementingkan gaya dan penampilan dibanding pakaian yang nyaman.

Salah satu pendiri The Vacationer Phil Dengler mengatakan kepada Yahoo, "Karena anda akan duduk di kursi yang sama selama enam jam atau lebih, penting untuk mengenakan pakaian senyaman mungkin.

Jadi pakaian seperti jeans dan mantel sebaiknya dihindari.

Sebagai solusinya, penumpang bisa mengenakan pakaian yang berbahan elastis dan lembut, serta kenakan sepatu.

Halaman
123