Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pramugari Benci Penumpang yang Tepuk Tangan saat Pesawat Mendarat, Mengapa?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pramugari mengungkapkan alasan mengapa dirinya membenci penumpang yang tepuk tangan saat pesawat berhasil mendarat.

TRIBUNTRAVEL.COM - Melakukan perjalanan udara selama belasan hingga puluhan jam per minggunya, membuat pramugari mampu merangkum sejumlah perilaku menyebalkan penumpang.

Meski dianggap hal biasa dan sepele, rupanya beberapa perilaku tersebut sangatlah dibenci pramugari.

Seorang pramugari mengungkapkan alasan mengapa dirinya membenci penumpang yang tepuk tangan saat pesawat berhasil mendarat. (Flickr.com/ Bernal Saborio)

Termasuk para penumpang yang tepuk tangan bahagia ketika pesawat berhasil mendarat, mengapa demikian?

Dilansir dari The Sun, Senin (28/11/2022), seorang pramugari telah mengungkapkan alasan mengapa mereka membenci perilaku tersebut.

Baca juga: Video Viral Pasangan Turis Tak Bawa Boarding Pass Paksa Seluruh Penumpang Turun dari Pesawat

Beberapa penumpang yang menunjukan apresiasi mereka dengan memberikan tepuk tangan meriah kepada pilot ketika pesawat mendarat misalnya.

LIHAT JUGA:

Itu adalah sesuatu yang pramugari tidak mengerti dan dalam beberapa kasus terasa sangat menjengkelkan.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, dua pramugari memberikan pendapat mereka tentang tepuk tangan bahagia yang kadang-kadang mereka temui di dalam penerbangan.

Seorang anggota awak kabin Amerika, Allie Malis berkata, "Saya kira orang-orang terkejut pesawat mendarat, saya tidak yakin? sebagian besar pesawat mendarat."

"Secara pribadi, saya pikir itu agak murahan, Saya pikir banyak pramugari akan setuju dengan pendapat saya tersebut," ujarnya.

Seorang pramugari mengungkapkan alasan mengapa dirinya membenci penumpang yang tepuk tangan saat pesawat berhasil mendarat. (Pixabay/OrnaW)

Baca juga: Saran Para Ahli, Jangan Sembarangan Membaringkan Kursi Pesawat untuk Tidur

Sementara itu, seorang pramugari dari Inggris Kris Major menjelaskan siapa pelaku terburuk dan bagaimana beberapa peristiwa dapat meningkatkan kemungkinan tepuk tangan meriah pada saat pesawat mendarat.

Dia berkata, "Orang Italia melakukannya setiap penerbangan, setiap saat. Terkadang setelah turbulensi buruk Anda akan melihat mereka bertepuk tangan."

"Anda mengerti bahwa satu orang hanya lega sampai di sana karena mereka tidak benar-benar memahami turbulensi," sambungnya.

Ada alasan psikologis mengapa beberapa orang merasa terpaksa bertepuk tangan ketika pesawat mendarat.

Menurut pakar bahasa tubuh Judi James, beberapa orang tidak bisa menahan diri.

Halaman
123