"Saya melihat selain ekonomi berbasis sumber daya alam yang menjadi tulang punggung sekarang, kita juga harus kembangkan ekonomi berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif. Agar pergerakan ekonomi di Halmahera Selatan semakin meningkat dan membuka peluang usaha dan lapangan kerja," tutur Sandiaga uno.
Baca juga: Gempa Cianjur, Sandiaga Uno Ucapkan Belasungkawa dan Ajak Saling Berbagi & Beri Pertolongan
Sandiaga Uno menambahkan, keindahan Maluku Utara mengingatkan Indonesia sebagai negara dengan kekayaan alam yang beraneka ragam, terutama kekayaan biota lautnya.
Terutama di kawasan Indonesia Timur, ternyata masih banyak daerah-daerah yang punya potensi wisata bawah laut indah dan kaya, contohnya di Provinsi Maluku Utara.
Menurut Sandiaga, Maluku Utara tidak hanya dianugerahi dengan pemandangan permukaan laut yang indah dihiasi dengan gugusan kepulauan dan gunung, namun juga dilengkapi dengan keindahan bawah laut yang mempesona yang bisa dijadikan daya tarik wisata unggulan.
Viral Influencer Inggris Hina Batik Indonesia, Begini Tanggapan Sandiaga Uno
Seorang influencer asal Inggris, Mahyar Tousi, menjadi perbincangan publik beberapa waktu lalu.
Mahyar Tousi mendapat banyak kecaman setelah menyinggung batik yang dikenakan para kepala negara di Gala Dinner KTT G20 Bali.
"What on earth are these idiots wearing?! (Apa sih yang dipakai para idiot ini)," tulis Mahyar Tousi dalam cuitan Twitter-nya, Rabu (16/11).
Baca juga: Topeng-topeng 2022 Sukses Digelar, Sandiaga Uno Harap Event Budaya Bisa Terus Diselenggarakan
Ia pun menyertai cuitan tersebut dengan foto para kepala negara yang terlihat tengah mengobrol menggunakan batik.
Di antaranya Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak, dan Menteri Pertanian Indonesia Zulkifli Hasan.
Tak butuh waktu lama, tweet Mahyar Tousi langsung menjadi viral dan mendapat kecaman dari warganet Indonesia.
Sebab, Mahyar Tousi dianggap menghina batik Indonesia.
Menindaklanjuti cuitan viral tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberikan tanggapannya.
Menurut Sandiaga Uno, hal ini perlu direspons dengan lebih memperbanyak edukasi dan promosi kepada publik di tingkat internasional terutama terkait wastra Indonesia.
"Ketidaktahuan netizen internasional akan wastra Indonesia perlu kita respons dengan informasi dan kita bisa menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan (wastra Indonesia)," ucap Sandiaga Uno, seperti dikutip dari rilis resmi Kemenparekraf.
Baca tanpa iklan