TRIBUNTRAVEL.COM - Aktivis iklim menerobos pagar landasan pacu di Bandara Brandenburg Berlin dan duduk di landasan, memaksa lalu lintas udara terhenti pada hari Kamis.
Tiga pengunjuk rasa dengan rompi oranye memotong pagar dan berjalan ke landasan pacu, sesuai rekaman yang diposting oleh kelompok aktivis iklim Generasi Terakhir .
Baca juga: Ratusan Aktivis Iklim Serbu Landasan Pacu Bandara Schiphol Amsterdam, Kenapa?
Baca juga: Penerbangan Ditunda Akibat Landasan Pacu Banjir, Penumpang Terpaksa Bermalam di Bandara
Tidak segera jelas apakah aktivis di luar kamera lainnya bergabung dalam protes tersebut.
Dilansir dari insider, sebuah foto menunjukkan seorang pengunjuk rasa duduk dengan tangan di aspal di samping botol-botol lem.
Baca juga: Video Viral Roda Pesawat Berasap dan Menabrak Ujung Landasan, Satu Penumpang Meninggal Dunia
"Beberapa terpaku pada aspal, yang lain mengendarai sepeda melintasi area shunting," cuit Last Generation.
Baca juga: Fakta Unik Bandara Gibraltar, Bandara Paling Ekstrem di Dunia yang Satu Landasan dengan Jalan Raya
Organisasi itu mengatakan para aktivis memberi tahu polisi sebelumnya.
Para aktivis ini mencela perjalanan udara sebagai "bukan alat transportasi untuk warga negara biasa."
"Satu persen populasi yang kaya bertanggung jawab atas sekitar setengah dari emisi gas rumah kaca terkait penerbangan," cuit grup tersebut.
Juru bicara Bandara Brandenburg Jan-Peter Haack mengatakan kepada Insider melalui email bahwa dua kelompok masuk tanpa izin pada hari Kamis – satu kelompok masuk dari utara sementara yang lain masuk dari selatan.
Para pengunjuk rasa ditangkap dan diidentifikasi oleh polisi, tambah Haack.
Protes mereka mengganggu operasi penerbangan selama 90 menit pada hari Kamis, dan 15 penerbangan dialihkan sementara lima keberangkatan lainnya ditunda atau dibatalkan, tulisnya.
Sementara itu, pengunjuk rasa Last Generation akan didakwa dengan gangguan berbahaya lalu lintas udara, pelanggaran, dan kerusakan properti, lapor RBB, mengutip polisi.
Michael Stübgen, Menteri Dalam Negeri Brandenburg, mengutuk protes tersebut, menyebutnya sebagai "tindak pidana serius" yang dapat membahayakan nyawa manusia, menurut surat kabar Jerman Der Tagesspiegel.
"Siapa pun yang dengan sengaja membahayakan orang lain karena pandangan dunianya bukanlah seorang aktivis, tetapi penjahat," katanya dalam bahasa Jerman.
Baca juga: 10 Bandara dengan Landasan Pacu Paling Ekstrem di Dunia, Ada yang Sangat Pendek dan Miring
Itu bukan pertama kalinya The Last Generation secara terbuka memprotes lingkungan.
Baca tanpa iklan