Semangkuk es dawet durian racikan Pak Slamet, rasanya begitu menggoda untuk segera melewati tenggorokan.
Menurut Pak Slamet, buah durian yang digunakan merupakan jenis durian Medan dan juga durian Palu.
Baca juga: 8 Tempat Sarapan di Jakarta Timur, dari Pondok Sarapan Pagi hingga Nasi Uduk Bang Indra Condet
Di mana, jenis durian ini diketahui juga cukup banyak digunakan sebagai campuran makanan.
Seperti campuran es krim, pancake, sop durian, dan lain-lain.
Dalam sehari kini ia bisa menjual sekitar 400-500 porsi es dawet durian.
Buka mulai pukul 10.00 WIB, biasanya dagangan Pak Slamet ini selalu laris diburu pembeli hingga pukul 15.00 WIB.
Segar dan Lumer di Mulut
Karena tertarik, TribunJakarta.com mencoba seporsi es dawet durian di sini.
Ramainya antrean pembeli, terlihat memadati gerobak es milik Pak Slamet saat kami berkunjung.
Lokasinya, tak jauh dari Gedung Gelanggang Remaja Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dua buah toples ukuran besar berisi santan dan gula, berderetan di sisi pojok gerobak tersebut.
Sementara di sampingnya, terdapat sebuah dandang ukuran besar menjadi tempat untuk cendol hijaunya.
Yang begitu menarik perhatian, ialah dua buah kotak besar yang penuh berisi durian kupas di depan deretan toples-toples berisi gula dan santan tersebut.
"Kalau baru pertama kali datang ke sini, es buatan saya nggak enak," kata Pak Slamet berkelakar.
"Daripada saya bilang enak, eh ternyata gak suka. Jadi mending di coba saja," katanya.
Baca tanpa iklan