Bahan utama pembuatan paspor elektronik polikarbonat ini juga memberikan manfaat lain seperti tidak mudah terlipat dan sobek.
"Bahan pada halaman biodata enggak pakai kertas, tebal seperti e-KTP, bahan polikarbonat kayak plastik gitu," ucap Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Fijar Sulistyo kepada Kompas.com, Rabu (12/10/2022).
2. Dilengkapi chip
Sama seperti paspor elektronik pada umumnya, paspor elektronik polikarbonat dilengkapi dengan chip.
Namun perlu traveler ketahui bahwa chip dalam paspor elektronik polikarbonat bisa menyimpan infromasi identitas diri yang lebih akurat.
Data diri pemilik paspor akan langsung terekam dan tersimpan dalam chip paspor elektronik polikarbonat.
Sehingga pemilik paspor bisa merasa lebih aman karena kerahasiaan dalam chip tersebut cukup ketat.
3. Lebih mudah diverisikasi
Melansir dari Kompas.com, paspor elektronik polikarbonat lebih mudah diverifikasi saat mengajukan visa ke kedutaan.
Dengan demikian pemilik paspor elektronik polikarbonat nantinya bisa langsung menuju auto gate dengan memindai paspor elektroniknya.
Hal ini dimungkinkan karena chip yang menyimpan data biometrik pemegang paspor yang bisa dikenali dengan menggunakan alat pemindai khusus yang diletakkan di beberapa bandara udara internasional di Indonesia yang memiliki auto-gate.
Baca juga: Warna Baju yang Harus Dipilih untuk Foto Paspor di Kantor Imigrasi
4. Mudah mengurus layanan bebas visa
Mengingat tingkat keamanan yang baik serta kemudahan verifikasi, pengajuan visa bagi pemegang paspor elektronik lebih mudah untuk disetujui oleh negara yang akan dikunjungi.
Menariknya lagi, bagi pemilik paspor elektronik polikarbonat juga punya keistimewaan yaitu bisa bebas visa ke Jepang.
Pemilik paspor elektronik polikarbonat nantinya bisa lebih mudah mengurus bebas visa, karena termasuk satu syarat wajib kepemilikan.
Baca tanpa iklan