TRIBUNTRAVEL.COM - Perayaan Halloween selalu identik dengan hiasan labu berwajah seram.
Bahkan hiasan labu berwajah seram menjadi simbol perayaan Halloween hampir di seluruh belahan dunia.
Dikenal luas sebagai jack o'lantern, hiasan labu ini ternyata memiliki sejarah panjang dengan perayaan Halloween.
Melansir laman Britannica, Rabu (26/10/2022), jack o'lantern berasal dari mitos Irlandia tentang Stingy Jack.
Baca juga: Mengenal Day of the Dead, Perayaan Halloween di Meksiko yang Unik dan Penuh Warna
Stingy Jack sendiri merupakan karakter mitos yang dikisahkan menipu iblis untuk keuntungannya sendiri.
Ketika Stingy Jack meninggal, Tuhan tidak mengizinkannya masuk surga dan Iblis tidak membiarkannya masuk neraka.
Akhirnya, Stingy Jack dihukum berkeliaran di bumi untuk selama-lamanya.
Di Irlandia, orang-orang mulai mengukir wajah iblis dari turnip untuk menakuti jiwa Stingy Jack yang berkeliaran.
Ketika imigran Irlandia pindah ke Amerika Serikat, mereka mulai mengukir jack o'lantern dari labu, karena ini adalah tanaman asli wilayah tersebut.
Tapi, bagaimana jack o'lantern dikaitkan dengan Halloween?
Baca juga: 17 Fakta Unik Halloween, dari Sembunyikan Pisau di Jerman hingga Makan Barnbrack di Irlandia
Halloween didasarkan pada festival Celtic Samhain, sebuah perayaan di Inggris kuno dan Irlandia,
Festival tersebut menandai akhir musim panas dan awal tahun baru yang dirayakan setiap tanggal 1 November.
Diyakini bahwa selama Samhain, jiwa orang-orang yang telah meninggal tahun itu melakukan perjalanan ke dunia lain dan bahwa jiwa-jiwa lain akan kembali mengunjungi rumah mereka.
Pada abad ke-8 M, Gereja Katolik Roma memindahkan perayaan All Saints' Day menjadi 1 November.
Hal tersebut menjadikan All Hallows' Eve atau yang kini dikenal sebagai Halloween jatuh pada tanggal 31 Oktober.
Baca tanpa iklan