Hal tersebut dilihat dari sejumlah keunggulan yang meliputi arsitektur kontemporer, social housing, berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, pelestarian sejarah, hingga konservasi kawasan.
Kemudian juga dilihat dari segi desain lansekap dan perbaikan lingkungan, serta juga melihat pemanfaatan sumber daya lokal, penggunaan teknologi secara inovatif, serta aspek lain seperti misalnya insinyur dan pengrajin.
Sebagaimana diketahui, Banadara Internasional Banyuwangi dirancang oleh arsitek nasional, Andra Matin.
Dilihat dari segi arsitekturnya, terminal penumpang Bandara Internasional Banyuwangi memang mengusung konsep green airport.
Baca juga: Jadwal Konser Gratis Festival Jajarans, Dimeriahkan Maliq & DEssentials hingga Juicy Luicy
Green airport yang dimaksud yakni Bandara Internasional Banyuwangi tidak mengandalkan pendingin udara namun tetap terasa nyaman bagi penumpang pesawat.
Bandara Internasional Banyuwangi memiliki terminal penumpang seluas 7.000 meter persegi dan berkapasitas 3 juta penumpang.
Pada tahun ini Bandara Internasional Banyuwangi dibangun oleh Pemkab Banyuwangi dan mengadopsi konsep atap rumah Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi.
Keindahan arsitektur terminal penumpang ini kemudian menjadi salah satu landmark yang cukup ikonik di Jawa Timur.
Kemudian pada 2017, Bandara Internasional Banyuwangi kemudian dikelola oleh Angkasa Pura II dan pengembangan pun terus berlanjut.
Pihak AP II lantas mengembangkan sisi udara yang meliputi penebalan runway, pelebaran dan perpanjangan runway menjadi 2.450 x 45 m dan perluasan apron (parkir pesawat) menjadi 16.200 meter persegi, serta pembangunan taxiway.
“Pengembangan sisi udara guna mendukung operasional pesawat berbadan sedang (narrow body) sekelas Boeing 737-900 ER dan Airbus A320 yang saat ini menjadi pesawat komersial rute jarak pendek dan menengah paling banyak digunakan maskapai di Indonesia atau bahkan di dunia,” ujar President Direkturr AP II, Muhammad Awaluddin.
Muhammad Awaluddin mengatakan AP II juga memperkuat implementasi green airport.
“Bandara Banyuwangi sudah memiliki terminal penumpang dengan arsitektur yang luar biasa indah dan sangat mendukung penerapan green airport," ujarnya.
"AP II akan memperkuat penerapan green airport ini dan menjadikan Bandara Banyuwangi sebagai bandara pertama di Indonesia yang mendapat sertifikasi Greenship Existing Building,” ungkap Muhammad Awaluddin.
Guna memperkuat penerapan green airport, pihak AP II memiliki program efisiensi dan konservasi energi.
Baca juga: Asian Street Food Festival Margo City Mall Berlangsung hingga 16 Oktober 2022, Sedia Menu Khas Asia
Baca tanpa iklan