Ketiga, mendorong lebih banyak kerja sama antarnegara, lembaga keuangan, dan sektor swasta internasional.
Keempat, memanfaatkan digitalisasi dan inovasi teknologi.
Baca juga: Pramugari Melarang Penumpang Tidur Siang di Pesawat, Kenapa Ya?
Pada kesempatan yang sama, Menhub menjelaskan, dalam kegiatan ini dilakukan pembahasan secara detail terkait masalah keuangan dan pembiayaan bagi keberlangsungan industri penerbangan.
"Indonesia menjadi salah satu contoh baik bahwa setelah pandemi kita telah melakukan upaya pemulihan industri penerbangan. Kami juga mengundang perusahaan leasing/keuangan agar mereka tahu bahwa saat ini terjadi demand (permintaan) yang meningkat namun di sisi supply nya masih kurang," ucap Menhub.
Lebih lanjut, Menhub mengapresiasi kehadiran Presiden ICAO untuk memberikan materinya secara langsung tentang bagaimana menghadapi tantangan dan mencari peluang pemulihan industri penerbangan dunia.
Presiden ICAO Mr. Salvatore Sciacchitano mengungkapkan, dampak pandemi Covid-19 untuk industri penerbangan sangat luar biasa
Sebelum pandemi, ada sekitar 4,5 miliar penumpang per tahun yang melakukan perjalanan dengan pesawat, dan pada saat pandemi turun sekitar 60 persen.
"Di negara lain banyak maskapai yang tutup, tetapi pemerintah Indonesia di sini memberikan dukungan penuh dan hadir dalam mengupayakan pemulihan," ucapnya.
Salvatore juga menyambut baik disepakatinya perjanjian hubungan udara yang lebih komprehensif antara ASEAN dengan Uni Eropa, yang akan membantu mempercepat upaya pemulihan industri penerbangan di kedua kawasan regional maupun secara global.
Baca juga: Santai Banget, Wanita Mengecat Kuku di Pesawat, Bikin Penumpang Hampir Muntah
"Dalam pengalaman di Eropa, liberalisasi di dunia penerbangan akan membuka peluang dan persaingan yang semakin kompetitif," ujarnya.
Di sela-sela kegiatan Aviation Dialogue, Menhub dan Presiden ICAO menandatangani MoU kerja sama pemberian bantuan pelatihan kepada negara-negara lain yang membutuhkan peningkatan kualitas SDM di bidang penerbangan.
Kemenhub dan ICAO menyepakati memperpanjang atau melanjutkan program ini hingga 2026.
Ini merupakan komitmen bersama ICAO untuk menjalankan program "No Country Left Behind/Tidak ada negara yang tertinggal" untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, dalam rangka menjaga keselamatan dan keamanan penerbangan.
Selain itu, Menhub juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Kepala BPSDM dengan Sekjen ACI (Airports Council International) tentang peningkatan SDM Bandara di Indonesia dan MoU antara Dirut AirNav dan Sekjen IATA serta Dirut AirNav dan CEO Boeing di bidang navigasi penerbangan.
Baca juga: Rahasia Tempat Tidur Pramugari di Pesawat, Ternyata Lebih Besar dari yang Dibayangkan
(TribunTravel.com/ Rtn)
Baca juga selengkapnya seputar industri penerbangan Indonesia, di sini.
Baca tanpa iklan