Seperti disebutkan, insiden Aeroflot adalah yang terbaru dalam serangkaian ancaman bom baru-baru ini di seluruh industri penerbangan global.
Yang terbaru juga terjadi pada 13 Oktober ketika sebuah Jet2 Airbus A321 mengoperasikan penerbangan terjadwal antara Bandara Dalaman dan Bandara Manchester.
Setelah ancaman bom dibuat, Jet2 Penerbangan LS 922 dikawal oleh Angkatan Udara Kerajaan dan dialihkan ke Bandara Stansted London sebagai gantinya.
Dan di dalam industri penerbangan India saja, setidaknya ada dua insiden ancaman bom di dalam penerbangan dalam beberapa minggu.
Pada 30 September, Malaysia Airlines Penerbangan MH 173 ditunda di Bandara Internasional Delhi Indira Gandhi setelah perkelahian antara penumpang di dalam pesawat menimbulkan ancaman bom palsu.
Ancaman itu akhirnya dihapus, dan penerbangan berangkat ke Kuala Lumpur setelah penundaan hampir tiga jam, meskipun empat penumpang yang terlibat ditangkap.
Baca juga: WNI yang Bikin Keributan di Pesawat Turkish Airlines Ternyata Pilot Batik Air? Simak Faktanya
Baca juga: Pesawat Putar Balik ke Bandara Gara-gara 2 Penumpang Bertengkar, Bikin Ribut Seisi Kabin
Kemudian pada 1 Oktober, ancaman bom email diterima mengenai IndiGo Penerbangan 6E 6045 yang beroperasi di rute Mumbai-Ahmedabad.
Akibatnya, Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji Maharaj Mumbai ditempatkan pada peringatan keamanan tinggi sebelum ancaman itu dihapus.
Itu adalah ancaman bom terbaru yang diterima maskapai berbiaya rendah itu menyusul ancaman yang terjadi pada 27 Agustus untuk penerbangan terjadwal dari Chennai ke Dubai.
Baca juga: Santai Banget, Wanita Mengecat Kuku di Pesawat, Bikin Penumpang Hampir Muntah
(TribunTravel.com/Rtn)
Baca juga selengkapnya seputar kecelakaan pesawat, di sini.
Baca tanpa iklan