Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Bule yang Hilang saat Snorkeling di Pantai Blue Lagoon Bali Belum Ditemukan

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi snorkeling. Bule yang hilang di Pantai Blue Lagoon, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali belum juga ditemukan.

Sebelum langsung turun ke laut dan melakukan snorkeling, biasakan diri dahulu bernapas dengan menggunakan alat snorkel tersebut.

Ketika traveler sudah terbiasa bernapas dengan menggunakan alat snorkel itu, traveler akan lebih terbiasa bernapas ketika turun dan menikmati pemandangan bawah bawah laut.

Snorkeling di Pulau Sauwandarek, Raja Ampat, Papua Barat, Minggu (3/3/2022). (Tribun-Video.com/Fajri Digit)

3. Jangan berenang sendirian

Buat traveler yang pertama kali melakukan snorkeling, sebaiknya traveler melakukan snorkeling secara berkelompok dengan rombongan.

Lebih baik lagi bila traveler snorkeling dengan ditemani dengan instruktur yang berpengalaman.

Ketika berada di laut, perhatikan orang-orang di sekitar.

Jangan terlalu asyik hingga tanpa sadar traveler tidak sadar berenang sendirian terlalu jauh.

Hal ini untuk meminimalisir risiko yang tidak diinginkan ketika snorkeling sendirian.

Baca juga: Persiapan KTT G20, Sandiaga Uno: Paspor Berlaku Jadi 10 Tahun dan Akses Internasional ke Bali Dibuka

4. Jangan sentuh apapun

Saat melakukan snorkeling, traveler akan disuguhkan dengan pemandangan bawah laut yang indah.

Tetapi perlu traveler ingat untuk tidak menyentuh apapun di dalam laut seperti karang-karang tersebut, karena ada beberapa spesies karang yang beracun dan berbahaya ketika disentuh.

Tidak hanya karang, satu biota laut yang harus kita hindari sentuh adakah bulu babi karena bisa menimbulkan luka yang cukup parah.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Tim Gabungan Pos SAR Belum Temukan Tanda Keberadaan WNA Inggris.