Tak sampai disitu, beberapa penumpang mengaku kartunya ikut terblokir ketika hendak melakukan tap in di halte TransJakarta.
"Iya kartu saya terblokir. Saya tahunya pas mau naik JakLingko," kata Mutia, satu diantara pengguna TransJakarta di Balai Kota DKI.
Ia pun menyesalkan proses sosialisasi yang dianggapnya kurang. Pasalnya tak semua orang mengikuti media sosial JakLingko.
"Di dalam kartunya masih ada saldo Rp 50 ribu. Makanya sayang banget. Saran saya harusnya sosialisasi digencarkan jangan cuma di medsos, gak semua orang ngikutin medsos," lanjutnya.
Pengguna lainnya, Lidya mengalami hal serupa. Ia mengaku selalu menerapkan tap in dan tap out ketika menggunakan TransJakarta.
Baca juga: Daftar 13 Rute Utama Bus TransJakarta yang Beroperasi 24 Jam, dari Blok M hingga Puri Beta
Apalagi, ia memang pengguna setia TransJakarta untuk menuju ke Balai Kota DKI dari Ciledug.
"Aku selalu nerapin tap in dan tap out. Makanya kaget banget pas tadi kartunya terblokir," ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Perusahaan PT JakLingko Indonesia Kevin Haikal memberikan cara untuk pengguna TransJakarta bila mengalami pemblokiran kartu.
"Apabila penumpang menemukan kasus terjadinya kartu terblokir, maka lakukan langkah-langkah berikut: pastikan setiap perjalanan untuk tap in - tap out, jika tidak melakukan tap in / tap out, kartu akan eror pada perjalanan selanjutnya. Lakukan reset kartu, pastikan minimal saldo Rp 5.000 di dalamnya, kartu akan memotong biaya perjalanan terjauh sebelumnya," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Strategi JakLingko Atasi Penumpang Menumpuk di Halte Imbas Kebijakan Baru TransJakarta
Baca juga: Mulai Hari Ini, TransJakarta Beroperasi 24 Jam di 13 Koridor
Baca juga: Asyik! TransJakarta Kembali Membuka Rute Puri Beta-Pancoran, Simak Jadwal Operasionalnya
Baca tanpa iklan