Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Gua Gubrug di Gunungkidul Jadi Saksi Bisu Pemberantasan PKI, Kini Jadi Destinasi Kelas Dunia

Editor: Sinta Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Gua Grubug di Gunungkidul. Di balik keindahan yang ditawarkan, Gua Grubug ternyata menyimpan kisah kelam. Gua Grubug konon menjadi lokasi pembuangan antek-antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Tulang belulang manusia yang pernah dibuang ke dalam gua sudah dibersihkan oleh pemerintah sekitar tahun 1982.

Dari cerita yang beredar, ada sekitar tiga truk tulang-belulang yang berhasil diambil dari dalam gua.

Sejak saat itu, Gua Grubug menjadi destinasi wisata ekstrem dengan pemandangan menakjubkan yang banyak diburu wisatawan.

Gua Grubug bahkan sudah dikelola menjadi destinasi wisata unggulan di Gunungkidul.

Ilustrasi Gua Grubug di Gunungkidul, Yogyakarta. (Flickr/agus.sur)

Masyarakat di sekitarnya pun sudah menikmati dampak positif dari dibukanya Gua Jomblang dan Grubug sebagai destinasi wisata minat khusus tersebut.

"Ada sekitar 50 warga yang terlibat. Sekarang jadi sumber pemberdayaan masyarakat," kata Lurah Semanu, Suhadi, dihubungi melalui sambungan telepon.

Sebelum pandemi, kata Suhadi, wisata minat khusus yang ada di wilayahnya tersebut menjadi incaran para turis asing.

Untuk itu, pemerintah akan berupaya untuk terus mengembangkan kedua gua tersebut menjadi tempat wisata kelas dunia.

Sebagai informasi, Gua Grubug berlokasi di Dusun Jetis, Desa Pacarejo, Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Jadi Saksi Bisu Pemberantasan PKI, Gua Jombang dan Grubug Kini jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia.