Pemerintah Kuwait menolak untuk membahas 17 tahanan Libanon, yang membuat pihak berwenang Aljazair frustrasi, dan pada akhirnya bertanggung jawab atas hasil pesawat, penumpang dan awak.
Di saat negosiasi tak berhasil dan kehancuran pesawat hampir tak terelakkan, tejadi hal tak terduga yang membawa seluruh kisah pembajakan ke kesimpulan yang cepat (dan aman.
Pada tanggal 20 April, para pembajak membebaskan semua sandera yang tersisa sebelum menyerahkan diri kepada pihak berwenang Aljazair.
Namun, sebelum menyerah, mereka mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka akan terus berjuang untuk pembebasan para tahanan.
Para pembajak akhirnya turun dari pesawat dan dalam posisi ditahan oleh pihak berwenang.
Namun, yang sangat mengejutkan dunia luar yang menyaksikan, para pembajak diduga diberi jalan keluar yang aman dari Aljazair dan diterbangkan ke lokasi yang dirahasiakan.
Sejak saat itu, para pembajak tidak pernah diidentifikasi atau terlihat lagi.
Baca juga: Lebih dari 500 Penerbangan Domestik di Jepang Dibatalkan Akibat Topan Nanmadol
(TribunTravel.com/mym)
Baca selengkapnya soal penerbangan di sini.
Baca tanpa iklan