"Mereka sekarang telah dikeluarkan dari aula, dan antrian dimulai kembali dengan meminimalisir gangguan," imbuhnya.
Peti mati tertutup Ratu Elizabeth II diletakkan di atas panggung, yang dikenal sebagai catafalque, di dalam Westminster Hall, Westminster Abbey.
Di atasnya terdapat Mahkota Negara Kekaisaran yang berhiaskan berlian.
Anggota masyarakat diizinkan melewati catafalque untuk memberi penghormatan kepada sang Ratu, menurut panduan Pemerintah Inggris.
Seorang sumber mengatakan kepada The Guardian bahwa pelaku berhasil keluar dari barisan antrean, menaiki beberapa anak tangga, dan menyentuh peti mati sebelum ditahan oleh petugas.
Dia ditangkap di bawah Undang-Undang Ketertiban Umum dan ditahan, menurut petugas kepolisian.
Kejadian tak teruga juga menimpa sebauh petugas kontingan yang menjaga peti mati Ratu Elizabeth II.
Seorang penjaga kontingen yang berdiri dekat dengan peti mati Ratu Elizabeth II tiba-tiba ambruk.
Baca juga: Kunjungi Peti Mati Ratu Elizabeth II, Pelayat Harus Siap Mengantre hingga 30 Jam
Sebuah video menunjukkan petugas tersebut berada di catafalque, sebuah panggung tempat peti mati Ratu Elizabeth II disemayamkan.
Penjaga yang mengenakan seragam hitam, awalnya terlihat berdiri tegak sebelum akhirnya mulai doyong dan jatuh dengan keras ke tanah.
Insiden membuat penonton terkejut, terlebih penjaga jatuh dengan wajahnya yang menghantam tanah terlebih dahulu.
Dua pria kemudian berlari untuk membantu penjaga itu saat terjatuh, topinya terlepas dan memperlihatkan sehelai rambut putih.
Ketika polisi dan petugas lainnya datang, BBC yang menyiarkan secara langsung upacara tersebut harus menghentikan tayangannya untuk sementara waktu.
Personil dari Sovereign's Bodyguard, Household Division, atau Yeoman Warders of the Tower of London terus-menerus bertugas untuk melindungi peti mati Ratu Elizabeth II.
Sebelum pemakaman kenegaraan pada Senin (19/9/2022) mendatang di Westminster Abbey, Ratu Elizabeth II disemayamkan di Westminster Hall, London.
Baca tanpa iklan