Prosesi Pemakaman
Diwartakan The Guardian, prosesi pemakaman Ratu Elizabeth II diprakirakan akan dihadiri sekira 800 orang.
Dalam gelarannya sendiri, prosesi pemakaman akan diadakah dengan berbagai momen simbolis.
Hal ini dilakukan sebagai penanda dari akhir masa pemerintahan Ratu Elizabeth II sebagai pemimpin Kerajaan Inggris.
Instrumen negara, Mahkota Negara Kekaisaran, bola dan tongkat kerajaan, akan dikeluarkan dari peti matinya.
Kemudian akan diserahkan kepada Dekan Windsor, dan akan menempatkan barang-barang itu di altar Kapel St George.
Setelah itu barulah mahkota dan lainnya dipindahkan kembali ke tempat penyimpanan paling aman di Menara London.
Di akhir himne, Raja akan menempatkan warna perkemahan Pengawal Grenadier di peti mati.
Pengawal Grenadier adalah resimen 'Pengawal' paling senior dan Ratu adalah kepala kolonel mereka.
Pada saat yang sama, Lord Chamberlain, pejabat paling senior di rumah tangga kerajaan, akan secara seremonial 'mematahkan' tongkat jabatannya.
Dalam hal itu disimbolkan dengan tongkat putih yang merupakan salah satu implementasi dari jabatannya, dan meletakkannya di peti mati.
Prosesi tersebut sekaligus menandakan akhir dari pelayanannya kepada Ratu elizabeth II sebagai penguasa.
Sebagaimana diketahui, Lord Chamberlain saat ini adalah mantan kepala mata-mata M15 Baron Parker dari Minsmere.
Saat peti mati diturunkan ke dalam lemari besi kerajaan, Commendation sebelum Garter King of Arms akan mengucapkan gaya dan gelar Ratu.
Pada bagian akhir prosesi, lagu kebangsaan akan mengalun dari pintu antara kapel dan biara Dekan.
Baca tanpa iklan