TRIBUNTRAVEL.COM - PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyediakan layanan kereta ramah lingkungan.
Kereta ramah lingkungan ini dinilai memiliki emisi yang lebih kecil dibanding mobil dan pesawat.
Kereta api juga memiliki efisiensi penggunaan ruang yang mampu mengangkut penumpang hingga 1.120 dalam sekali jalan.
Dalam siaran pers resminya, KAI menyebutkan bahwa sebagai operator kereta api di Indonesia, mereka konsisten menyediakan layanan kereta api yang optimal, baik untuk angkutan penumpang ataupun barang.
Baca juga: Perbedaan 5 Jenis Kelas Kereta Api Jarak Jauh, Simak sebelum Pesan Tiket
Keunggulan kereta api yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di antaranya efisiensi pada penggunaan ruang dan energi.
Tonton juga:
Efisiensi kereta api dapat dilihat dari kapasitas angkut yang besar.
Dalam sekali jalan, 1 rangkaian kereta api jarak jauh terdiri dari 8 hingga 14 gerbong penumpang dengan kapasitas hingga 1.120 tempat duduk.
Jika dibandingkan dengan mobil pribadi berkapasitas tujuh orang atau motor berkapasitas dua orang, maka satu perjalanan kereta api dapat menggantikan 160 mobil atau 560 motor.
Kementerian Perhubungan menilai bahwa emisi yang dihasilkan kereta api jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan mobil atau pesawat.
Dalam 200 mil perjalanan, emisi yang dihasilkan mobil atau pesawat lima kali lipat jika dibandingkan dengan kereta api.
Baca juga: Jadwal Kereta Api Joglosemarkerto & Lodaya Relasi Solo Balapan-Jogja September 2022
Berdasarkan penelitian dari Departemen Bisnis, Energi, dan Strategi Industri Inggris via Our World in Data, emisi setara CO2 per penumpang per km pada kereta adalah 41 gram, sepeda motor 103 gram, dan mobil 192 gram.
Sehingga perjalanan kereta dengan 1.120 penumpang hanya menghasilkan 45.920 gram CO2 per km, jauh lebih rendah dibanding motor sebanyak 115.360 gram CO2 dan mobil sebanyak 215.040 gram CO2.
KAI juga memiliki layanan kereta ramah lingkungan dengan menggunakan sumber energi listrik yang bebas emisi yakni KRL Jabodetabek, KRL Yogyakarta-Solo, KA Bandara Soekarno-Hatta, serta LRT Sumatera Selatan.
Ke depan juga akan hadir kereta berenergi listrik pada LRT Jabodebek dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Baca tanpa iklan