Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Pertama Kali di Dunia, KLHK Melepasliarkan Lumba-lumba setelah 7 Tahun Jadi Hiburan Wisatawan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Lumba-lumba hidung botol, Kamis (15/10/2020). Tiga ekor lumba-lumba hidung botol dilepasliarkan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Ketiganya dibebaskan setelah lama bersama pameran lumba-lumba, sekira 7-8 tahun.

TRIBUNTRAVEL.COM - Tiga lumba-lumba hidung botol dilepasliarkan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB).

Momen pelepasliaran lumba-lumba tersebut terlihat dari unggahan akun Instagram Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia Siti Nurbaya Bakar.

Tiga ekor lumba-lumba hidung botol dilepasliarkan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Ketiganya dibebaskan setelah lama bersama pameran lumba-lumba, sekira 7-8 tahun. (Instagram/@siti.nurbayabakar)

Dalam unggahannya, Siti Nurbaya Bakar menyebut bahwa aksi menakjubkan ini menjadi yang pertama kali dilakukan di dunia.

"Untuk pertama kali dilakukan di dunia, pelepasliaran lumba-lumba hidung botol bernama Johny, Rambo dan Rocky," tulis keterangan unggahan, seperti dikutip TribunTravel dari akun Instagram @siti.nurbayabakar, Minggu (4/9/2022).

Baca juga: Pembantaian 100 Lumba-lumba di Pulau Faroe Picu Kemarahan, Ubah Air Laut Jadi Merah Darah

Ketiganya dibebaskan setelah lama bersama pameran lumba-lumba, sekira 7-8 tahun.

Setelah dahulu diselamatkan, butuh waktu tiga tahun merehabilitasi, melatih dan mengembalikan kesehatan serta sifat liar lumba-lumba.

Tujuannya agar lumba-lumba bisa kembali ke habitat alamnya yakni di laut lepas, mengingat sebelumnya mereka terbiasa untuk diberi makan.

Pelan-pelan lumba-lumba ini kembali diajarkan agar dapat mencari makan sendiri di alam.

Lumba-lumba bernama Jhony yang semula tidak dapat menggigit ikan, akhirnya dilakukan pemasangan gigi dan berhasil dilakukan tanpa menyakiti.

Selain itu, berhasil pula mengembalikan perilaku lumba-lumba dalam menangkap ikan sewaktu hidup di alam.

Baca juga: Viral Video Lumba-lumba Serang Pelatih saat Pertunjukan di Seaquarium, Ini Dugaan Pemicunya

"Selamat menjalankan kebebasan kalian ya Johny, Rambo dan Rocky," ungkap Siti Nurbaya Bakar dalam unggahan.

Siti Nurbaya Bakar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada kerja keras para pihak yang telah terlibat.

Di antaranya kawan-kawan Taman Nasional Bali Barat yang didukung Jaringan Satwa Indonesia/JAAN, Femke hingga ahli lumba-lumba dari Florida Dr. Richard Barry.

Siti Nurbaya Bakar berharap semoga lumba-lumba tersebut segera menemukan kelompok barunya.

Selain itu, ia juga berharap agar lumba-lumba dapat beradaptasi dan lestari di alamnya.

Halaman
123