"Tidak mungkin menstabilkan pendekatan dan menurunkan pesawat dengan landasan. Masalahnya bukan hanya menyelaraskan dengan localizer tetapi juga mempertahankan profil vertikal pesawat."
Baca juga: Viral Penerjun Payung Wanita Bergantung di Sisi Pesawat dan Lakukan Olahraga Perut
Mendaratkan Pesawat saat Crosswinds (Angin Silang) Menjadi Tantangan Besar Pilot
Mendaratkan pesawat saat crosswinds merupakan tantangan terbesar bagi para pilot.
Crosswinds merupakan insiden angin silang yang cukup berbahaya.
Dibutuhkan pembelajaran di tempat kerja yang sangat besar untuk menguasai teknik ini, dan bahkan kemudian, hal-hal dapat menjadi rumit dalam kondisi yang parah.
Teknik piloting untuk crosswinds bervariasi dari pesawat ke pesawat, tetapi ada dua metode utama yakni metode crabbing dan wing-down.
Dalam metode crabbing, pilot menjaga jalur penerbangan pesawat tepat di garis tengah landasan pacu dengan hidung mengarah ke angin.
Gerakannya meniru kepiting yang berjalan di pantai, dengan menghadap ke satu arah sambil bergerak ke arah yang berbeda.
Sedangkan metode kedua yaitu wing-down adalah di mana pilot secara sadar menempatkan pesawat dalam posisi miring.
Untuk melakukannya, kemudi diterapkan untuk menyelaraskan pesawat ke garis tengah landasan pacu, yang meluruskan pesawat.
Baca juga: 50 Fakta Pesawat Terbang, Soal Black Box hingga Kursi Penumpang Seharga Ratusan Juta
Angin Kencang Menghambat Operasional Bandara
Kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya.
Seperti diketahui, angin kencang sering menghambat operasi bandara, mengakibatkan pendaratan dramatis, berputar-putar, dan pengalihan.
Pada bulan Mei 2022, bandara Delhi dilanda angin kencang dan hujan lebat, menunda lebih dari 100 penerbangan dan mengalihkan 35 penerbangan.
Beberapa penerbangan, termasuk layanan jarak jauh dari Kanada, harus dialihkan ke bandara alternatif, karena angin setinggi 75 km per jam membuatnya menantang untuk mendaratkan pesawat.
Baca tanpa iklan