Tapi tahukah kamu jika ada cara khusus untuk mengolah mi instan supaya rasanya makin nikmat?
Dilansir Grid.ID melalui Intisari Online, mi instan ini dibuat agar tahan lebih lama, tentu saja ada proses yang panjang.
Mi instan rendah kandungan nutrisi, tinggi lemak, kalori dan sodium dan dicampur dengan pewarna buatan, pengawet, zat aditif dan perasa.
"Dalam kebanyakan kasus monosodium glutamat (MSG) serta hidrokuinon tersier-butil (TBHQ) - pengawet kimia yang berasal dari industri minyak bumi - mungkin ada dalam mi instan untuk meningkatkan rasa dan menjaga ketahanan."
"Meskipun asupan makanan dari unsur-unsur ini diperbolehkan dalam batas, asupan teratur dari mi instan dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah," kata Dr Sunil Sharma, dokter umum dan kepala darurat, Madan Mohan Malviya Hopsital, New Delhi.
Mengutip dari Tribunnews.com, mi instan sering dianggap sebagai makanan miskin gizi dan malah dituding banyak mengandung zat berbahaya seperti MSG (penyedap rasa), pewarna makanan, dan pengawet serta bahan pengenyal mi.
Namun ternyata salah jika melarang sama sekali konsumsi mi instan.
Boleh saja jika sekali-sekali makan mi instan asal makanan instan itu disehatkan terlebih dulu.
Berikut ini cara menyehatkan mi instan.
"Mi instan adalah sumber karbohidrat yang bukan komplek. Bahannya terbuat dari terigu, tepung yang diproses. Makin diproses, sumber karbohidrat jadi makin kurang sehat. Selain itu, di dalam kemasan mi instan terdapat terdapat bumbu dan minyak. Bumbu dan minyak ini yang bikin mi instan jadi enak karena banyak garam, penyedap dan lemak dari minyak," ujar Dr. Fiastuti Witjaksono, SpGK dari departemen gizi fakultas kedokteran UI Jakarta.
Kebanyakan garam, penyedap dan lemak ini tentunya merugikan kesehatan.
Terlalu banyak bumbu mi instan dan penyedap bisa membahayakan tekanan darah karena keduanya sama-sama sumber natrium.
Kebanyakan lemak bisa membahayakan kesehatan jantung.
Baca juga: Gara-gara Masak Mi Instan Setiap Hari, Pria India Ceraikan Istrinya
Meski begitu, Dr. Fiastuti berpendapat agak salah kaprah jika melarang mengonsumsi mi instan.
"Boleh-boleh saja makan mi instan, asal ada syaratnya," katanya.
Baca tanpa iklan