Sebenarnya, lanjut Eni, ada SD lain yang bisa dijangkau tanpa harus menyeberangi sungai.
Namun lokasinya dinilai terlalu jauh.
"Ada SD lain, tapi jauh, jalan kaki bisa satu jam," ucap dia.
Baca juga: Polisi Brasil Temukan Jenazah di Sungai Amazon, Tempat Hilangnya Jurnalis Inggris
Sebenarnya, pemerintah desa setempat pernah merencanakan pembangunan jembatan yang menghubungkan kedua desa.
Namun karena anggarannya sangat besar, rencana tersebut diurungkan.
Sebagai solusinya, telah dibangun akses jalan di lokasi lain untuk menuju dusun tersebut melalui kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun 2021.
Namun, warga Dusun Punggung hingga saat ini lebih memilih menyeberangi Sungai Mondo untuk beraktivitas.
Baca juga: Viral Tubuh Terapung di Sungai Kotor, Ternyata Pria Tua yang Sedang Bermeditasi
Seorang tewas ibu tenggelam di sungai
Dilaporkan TribunTravel sebelumnya, seorang ibu dilaporkan meninggal secara tragis saat mencoba menyelamatkan anaknya yang hanyut di sungai.
Insiden terjadi saat sebuah keluarga beranggotakan enam orang sedang memancing dan berenang di sungai.
Saat itu, ayahnya yang berusia 31 tahun meninggalkan keluarganya untuk mengambil sesuatu di dalam mobil, menurut NBC Boston.
Bocah laki-laki berusia 6 tahun itu diketahui jatuh ke sungai pada Kamis malam saat meraih sesuatu, dilansir dari News.com.au, Minggu (12/6/2022).
Ibu tersebut panik karena anaknya yang masih sangat kecil hilang saat memancing bersama keluarga.
Sang ibu dan seorang saudara perempuan yang berusia 7 tahun mengikuti dalam upaya untuk menyelamatkannya, tetapi mereka juga hanyut terbawa arus sungai.
Sang ayah bergegas kembali dari mobil dan terjun ke air juga, tetapi karena arusnya cukup deras, ia kembali ke tepi sungai.
Baca tanpa iklan