Namun dampak Kayutangan Street Style membuat sejumlah anak muda memilih untuk fashion show di zebra cross.
Baca juga: Harga Tiket Masuk Flora Wisata San Terra Terbaru 2022, Tempat Wisata Kekinian di Malang
4. Didukung pemerintah
Dilaporkan Surya Malang, Kepala Dinas Olahraga Pemuda dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni mendukung kegiatan Kayutangan Street Style.
Menurutnya, kegiatan tersebut cukup bagus karena turut meramaikan Kayutangan Heritage.
"Kami sangat mendukung. Karena ini cukup bagus untuk meramaikan Kayutangan Heritage. Untuk meramaikan, harusnya kan banyak event," ucap perempuan yang akrab disapa Dayu tersebut pada Kamis (21/7/2022).
Terlebih, lanjut Dayu, fesyen merupakan salah satu sub sektor ekonomi kreatif.
"Apalagi kegiatan itu kan dilakukan oleh komunitas. Apalagi fashion juga bagian dari ekraf," kata dia.
5. Ajang kumpul pencinta fesyen
Di kesempatan yang sama, Belinda Ameliyah mengatakan bahwa Kayutangan Street Style merupakan ajang kumpul warga Malang yang suka fashion.
Menurutnya, Kayutangan Street Style bukanlah fashion show layaknya Citayam Fashion Show.
"Kami hanya berkumpul, nongkrong, dan ngobrol soal trend fashion di Kota Malang," kata Belinda kepada Surya Malang, Kamis.
Baca juga: Pulang ke Indonesia, Atta-Aurel Akan Ajak Ameena Kunjungi Citayam Fashion Week?
6. Koridor jadi catwalk
Koridor Kayutangan Heritage berubah seperti area catwalk bagi para muda-mudi.
Mereka datang dengan pakaian stylish bak model dalam acara fashion show.
Selain berlenggok di area 'catwalk', mereka juga terlihat lihai berpose di depan kamera.
Kayutangan Street Style melibatkan sejumlah model, agency model, persona sosial media, videografer, dan fotografer yang tertarik dengan dunia fashion, dilaporkan Surya Malang.
(TribunTravel.com/SA)
Baca tanpa iklan