Oleh karena itu, lanjut Jokowi, Pulau Rinca tengah berbenah untuk keperluan wisatawan maupun kelangsungan hidup komodo.
Jokowi memberikan pesan kepada berbagai pihak untuk bersama-sama saling membantu dalam menyukseskan pariwisata di Pulau Rinca.
"Saya sudah sampaikan ke Sandiaga Uno yang harus dikerjakan oleh Kemenpar, provinsi, gubernur, hingga bupati. Semuanya harus bersama-sama," ujar Jokowi.
"Jangan sampai sampah bertebaran di mana-mana. Ini hal-hal kecil tapi kita harus hati-hati, sebab akan dilihat para turis dan wisatawan nusantara," imbuhnya.
Menurut Jokowi, kembali atau tidaknya turis salah satunya tergantung dari hal-hal kecil seperti sampah dan keramahan dalam melayani wisatawan.
Baca juga: Pakar Lingkungan Hidup Terkait Taman Nasional Komodo: Jangan Datangkan Wisatawan Demi Perut Semata
Kenaikan Tarif TN Komodo Jadi Polemik, Sandiaga Uno Siapkan Ruang Diskusi
Pemberlakuan tarif baru bagi wisatawan di Taman Nasional (TN) Komodo, masih menjadi polemik.
Menanggapi kenaikan tarif TN Komodo tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan akan menyiapkan ruang-ruang untuk berdiskusi.
Sandiaga berharap dapat menyerap aspirasi yang luas dengan seluruh stakeholder, khususnya pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) di Labuan Bajo terkait kenaikan tarif TN Komodo.
Ia mengaku siap berdialog dengan pelaku parekraf agar kebijakan tarif yang ditetapkan sebagai upaya konservasi bisa diterima oleh masyarakat.
Hal itu diungkapkan Sandiaga seusai mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (21/7/2022).
“Saya siap berdiskusi untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para pelaku parekraf di Labuan Bajo," kata Sandiaga, seperti diktup TribunTravel dari rilis resmi Menparekraf.
Baca juga: Kemenparekraf Sebut Tiket Terusan Taman Nasional Komodo Rp 3,75 Juta Masih Tahap Pembahasan
"Kenaikan harga tiket ini tentunya harus kita letakan kepada isu konservasi,” tambahnya.
Sebelumnya, pemerintah menerapkan tarif baru masuk Pulau Komodo dan Pulau Padar senilai Rp 3,75 juta mulai 1 Agustus 2022.
“Berdasarkan studi, kawasan taman nasional ini, memiliki carrying capacity yang terbatas. Oleh karena itu diputuskan akan ada pembatasan kunjungan hanya 200 ribu kunjungan per tahun," ungkap Sandiaga.
Baca tanpa iklan