Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Perbedaan Harajuku dengan Citayam Fashion Week, dari Asal Usul hingga Busana yang Dipakai

Editor: Nurul Intaniar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi warga yang cosplay menjadi karakter tokoh film dalam ajang Harajuku di Jepang

Selain kawasan Sudirman, Citayam Fashion Week juga banyak ditemui di kawasan Dukuh Atas hingga Tanah Abang.

Tak sedikit, para remaja pria dan wanita yang memadati area-area tersebut dengan berbagai gaya pakaian andalannya.

Potret pose mereka di jantung Jakarta itupun diunggah dan berseliweran di berbagai platform media sosial (medsos), terutama TikTok.

2. Asal Usul Citayam Fashion Week

Citayam Fashion Week berawal dari sekumpulan anak muda dan remaja yang nongkrong di sejumlah kawasan Jakarta Pusat.

Diketahui, para pemuda-pemudi tersebut berasal dari wilayah penyangga Ibu Kota seperti daerah Citayam, Bogor dan Depok.

Mengingat kebanyakan dari mereka berasal dari Citayam, untuk itu muncul istilah Citayam Fashion Week.

Melansir Kompas.com, Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Kebon Melati Muhamad Alfarabi mengatakan anak-anak itu mengetahui tempat nongkrong di Stasiun MRT Dukuh Atas karena mereka dulu pernah tinggal di wilayah Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pihak kelurahan mendapatkan cerita itu dari Ketua RW 007 Kelurahan Kebon Melati.

"Kenapa mereka tahu wilayah itu (Dukuh Atas), karena sebelum RW 007 dan RW 003 digusur, mereka (anak-anak itu) tinggal di sini," cerita Alfarabi pada Selasa (5/7/2022) dikutip dari TribunJakarta.com.

Ketika orang tua mereka itu pindah, lanjut Alfarabi, anak-anak itu mengajak teman-temannya yang di tempat tinggal barunya itu untuk bermain di taman Stasiun MRT Dukuh Atas.

"Karena pernah tinggal di sini (Kebon Melati), mereka mengajak yang lainnya ke sini," kata dia.

Baca juga: Fakta di Balik Heboh Jeje Citayam Fashion Week Jadi Duta Nongkrong di SCBD

Ilustrasi warga yang cosplay menjadi karakter tokoh film dalam ajang Harajuku di Jepang (Flickr/flyingpurplemonkeys)

3. Style Citayam Fashion Week

Para remaja yang datang di Citayam Fashion Week mengenakan busana unik dan nyentrik yang menarik perhatian.

Selain gaya busana yang nyentrik, pemilihan warna yang khas juga menjadi sorotan yaitu bernuansa monokrom.

Pemandangan inilah yang membuat Citayam Fashion Week memiliki daya tarik tersendiri.

4. Pusat belanja dan kuliner

Tak jauh dari kawasan Sudirman, tepatnya di Thamrin City, pelancong bisa menjumpai pusat belanja.

Ada berbagai penjual yang menjajakan hijab, masker, dan lain-lain.

Selain itu juga dekat dari wisata kuliner.

Terdapat banyak pedagang makanan dan minuman yang bisa dikunjungi, seperti Dimsum Arsyif misalnya.

Selain dimsum, ada pula kafe hingga restoran yang bisa dikunjungi.

Pelancong bisa mampir ke restoran dan kafe untuk makan sambil nongkrong di sana.

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Yuk Intip 4 Perbedaan Harajuku dengan Citayam Fashion Week yang Disorot Media Fesyen Jepang

Baca juga: Citayam Fashion Week Curi Perhatian Media Fesyen Tokyo, Disebut Mirip Harajuku di Jepang

Baca juga: Fenomena Citayam Fashion Week Viral di Medsos, Begini Tanggapan Sandiaga Uno