Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Sandiaga Uno Sebut Kota Lama Semarang Bisa Jadi Percontohan dalam Pengembangan Parekraf

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wisatawan terlihat memenuhi kawasan Kota Lama untuk sekedar jalan- jalan dan berswa foto berlatar bangunan berarsitektur kuno khas negeri kincir angin, Sabtu (25/07/20). Kota Lama Semarang memiliki deretan bangunan tua peninggalan Belanda dimana masa pendudukan Belanda, kawasan kini biasa disebut Little Netherland ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan Kota Semarang. Untuk menjaga keamanan bersama, pengunjung menerapkan social distancing dan di kawasan Kota Lama juga di sediakan tempat pencu

Selain itu, para pelaku juga menyampaikan kendala dalam mendapatkan akses informasi program-program pemerintah yang sampai ke pelaku ekraf, dan pemasaran produk kreatif.

“Melalui platform digital dan pemanfaatan teknologi, saya optimistis dapat menjawab permasalahan pemasaran produk kreatif ekonomi di Kota Semarang," ucap Sandiaga.

"Saya juga mengimbau para peserta yang hadir saat ini untuk dapat saling membantu menjembatani diseminasi informasi program-program Kemenparekraf untuk sampai ke pelaku parekraf di daerah,” tuturnya.

Kawasan Kota Lama Semarang. (Tribun Jateng/ Like Adelia)

Baca juga: Sandiaga Uno Dihubungi Bos AirAsia, Minta Rute Terbang ke Indonesia Ditambah

Dengan semakin berkembangnya sektor ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya di Kota Semarang, Menparekraf optimistis target tahun 2022 untuk menghadirkan 1,1 juta lapangan kerja dan 4,4 juta di tahun 2024 dapat terwujud.

“Saya sangat optimistis bahwa target 1,1 juta lapangan pekerjaan dapat kita capai di tahun ini, mudah-mudahan bisa terwujud dengan kolaborasi kita bersama Kadispar, asosiasi, dan pemangku kepentingan yang ada di sektor parekraf,” jelas Sandiaga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, R. Wing Wiyarso Poespojoedho, menyampaikan, Kota Lama Semarang saat ini memang menjadi fokus pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Semarang.

Tidak dapat dipungkiri pula bahwa Kota Lama telah menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan internasional.

“Ke depannya, pengembangan sektor parekraf di Kota Semarang akan mencakup area Kampung Pecinan, Kampung Melayu, dan Kampung Arab. Semarang dulunya adalah kota bandara, termasuk dalam jalur rempah," ucap Wing Wiyarso.

"Kami akan gali potensi seni dan budaya, untuk memajukan Kota Semarang dan Indonesia pada umumnya. Terima kasih atas kehadiran Bapak Menparekraf ke Kota Semarang. Tentunya akan menambah semangat kami dalam mengembangkan potensi yang kami miliki,” tambahnya.

Baca juga: Sandiaga Uno Dukung Ponorogo Bangun Monumen Reog Raksasa, Bakal Lebih Tinggi Dari GWK Bali

(TribunTravel.com/mym)

Baca selengkapnya soal artikel Sandiaga Uno di sini.