Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kota di Amerika Ini Mengalami Kebakaran Selama 60 Tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Centralia, Kota Di Pennsylvania, Amerika Serikat Yang Telah Terbakar Selama 60 Tahun

Namun, api semakin membesar dan tidak menunjukkan perubahan.

Tujuh tahun berlalu, jalan dan halaman belakang mulai retak, ventilasi rumah penuh dengan asap.

Baca juga: Harga BBM Mahal, Warga Amerika Pasang Alarm di Penutup Tangki Bensin Agar Tak Dicuri

Foto-foto yang beredar di internet pun menjadi inspirasi untuk seri video game Silent Hill .

Setiap warga yang masih tinggal di kota Pennsylvania diminta pindah oleh pejabat setempat.

Akibat semakin meningkatnya suhu dan tanah yang tidak stabil, rumah dan bisnis lokal secara bertahap ditutup.

Akhir 1960-an dan awal 1970-an menyaksikan penipisan Centralia secara perlahan dan reklamasi alam atas wilayah tersebut.

Upaya penutupan dan evakuasi meningkat pada Februari 1981, ketika anak 12 tahun bernama Todd Domboski hampir jatuh ke lubang pembuangan setinggi 150 kaki di halaman belakang rumah neneknya.

Di tengah tragedi ini, beberapa orang menjuluki Centralia 'kota terpanas di Pennsylvania'.

Sementara itu, api terus berkobar dan biaya pemadaman membengkak.

Pada awal 1980-an, biaya pemadaman api sebesar 660 juta USD dan melonjak hingga 1,5 miliar USD hari ini.

Dalam film dokumenter tahun 2017 Centralia: Pennsylvania's Lost Town, mantan Walikota Centralia Anne Marie Devine mengatakan negara bagian menganggapnya "lebih mudah dan lebih murah untuk memadamkan orang, daripada api".

Centralia, Kota Di Pennsylvania, Amerika Serikat Yang Telah Terbakar Selama 60 Tahun (Wikimedia Commons/ Doug Kerr)

Baca juga: Sebagian Langit Amerika Berubah Warna Jadi Hijau Bikin Warga Takut, Fotonya Viral di Medsos

Warga terus meninggalkan Centralia karena mereka tidak punya pilihan, yaitu penutupan pemerintah atau kematian.

Hari ini, sebagian besar Centralia hilang, hanya tersisa beberapa bangunan dan api di bawahnya.

Satu dari sedikit bangunan yang tersisa adalah Gereja Katolik Ukraina.

Gereja ini dibangun pada tahun 1911, jemaat tetap aktif, dan mereka bangga dengan kemampuannya bertahan di tengah tragedi.

Halaman
123