TRIBUNTRAVEL.COM - Seorang wanita berkebangsaan Rusia ditangkap usai melewati perbatasan Moldova-Rumania dengan visa Schengen palsu.
Pemerintah Moldova mengumumkan bahwa petugas Polisi Perbatasan telah mendokumentasikan seorang warga negara Federasi Rusia yang berusaha menyeberangi perbatasan Moldova-Rumania menggunakan visa Schengen palsu, dilaporkan schengenvisainfo.com.
"Di titik penyeberangan, Leuseni tentang arti pintu keluar negara menghadirkan mobil model Dacia, yang di dalamnya ada tiga orang," ungkap pemerintah Moldova dalam sebuah pernyataan.
"Mereka diidentifikasi sebagai dua warga negara Republik Moldova dan warga negara Federasi Rusia," sambungnya.
Baca juga: Gara-gara Visa Bermasalah, Puluhan WNI Jemaah Haji Furoda Ditolak Masuk Arab Saudi
Menurut sumber yang sama, visa Schengen multiple-entry milik wanita itu ditempel di salah satu halaman dokumen perjalanan.
Namun, stiker visa tidak memiliki semua elemen keamanan.
LIHAT JUGA:
Sehingga polisi perbatasan mengajukannya untuk verifikasi tambahan dengan peralatan yang ada.
Pemerintah kemudian menemukan bahwa visa itu tidak dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Prancis di Moskow dan malah dipalsukan.
"Masalah palsu terdiri dari penerapan data dari visa yang diperoleh sebelumnya oleh pemegangnya," kata pernyataan itu juga.
Baca juga: Bakal Ada Visa Digital Nomad, Turis Asing Bisa Kerja Sambil Liburan di Indonesia
Pihak berwenang telah memulai penyelidikan atas pemalsuan dokumen, sedangkan wanita itu telah diserahkan ke Biro Migrasi dan Suaka MIA.
Penyelidikan sedang dilakukan oleh petugas investigasi Polisi Perbatasan.
Kasus orang yang mencoba melintasi perbatasan wilayah Schengen dengan visa dan paspor palsu cukup sering terjadi.
Sebelumnya pada Februari lalu, petugas polisi Siprus menangkap dua orang dalam kasus pemalsuan dokumen perjalanan.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh In Cyprus menunjukkan bahwa dua orang itu adalah seorang pria berusia 53 tahun dan seorang wanita berusia 20 tahun.
Baca tanpa iklan